Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kecam Bullying Siswi SD Lamtim, LPAI Lampung Desak Aparat Usut Tuntas

Kecam Bullying Siswi SD Lamtim, LPAI Lampung Desak Aparat Usut Tuntas
Tangkap layar aksi perundungan menimpa siswi SD di Kabupaten Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).
Intinya Sih
  • LPAI Lampung mengecam keras dugaan perundungan siswi SD di Lampung Timur dan menilai sekolah harus menjadi tempat aman bagi anak-anak.
  • LPAI menyoroti dampak serius perundungan terhadap kesehatan mental dan fisik korban, serta meminta pemerintah daerah memberi pendampingan psikologis.
  • LPAI mendesak aparat mengusut tuntas kasus ini sesuai aturan anak, sambil menekankan pentingnya pembinaan pelaku dan keterbukaan pihak sekolah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Lampung mengecam keras dugaan perundungan terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur berujung viral di media sosial (Medsos).

Ketua LPAI Lampung, M Zainuddin, mengatakan peristiwa tersebut amat memprihatinkan lantaran korban maupun terduga pelaku masih sama-sama berstatus anak. Menurutnya, lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak, bukan menjadi lokasi terjadinya kekerasan.

"Kami sangat menyesalkan adanya kejadian perundungan tersebut, karena perundungan ini akan membuat anak terpukul. Terlebih lagi, terduga pelakunya juga anak-anak atau teman sekolahnya sendiri," ujarnya dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).

1. Guru diminta awasi siswa di dalam dan luar kelas

ilustrasi guru baru
ilustrasi guru baru (pexels.com/Mikhail Nilov)

Zainuddin menilai, kasus tersebut menjadi pengingat penting bagi sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, tidak hanya saat proses belajar mengajar berlangsung, tetapi juga ketika jam istirahat hingga waktu pulang sekolah.

Menurutnya, guru bersama orang tua perlu lebih peka membaca perubahan perilaku anak sebagai langkah pencegahan terhadap tindakan kekerasan maupun perundungan.

"Guru jangan hanya melihat atau memperhatikan tingkah laku murid saat di dalam kelas, tetapi harus memperhatikan pola tingkah laku murid saat di luar ruangan kelas," ujarnya.

2. Perundungan berdampak pada kesehatan mental dan fisik anak

IMG_20260717_133301.jpg
Tangkap layar aksi perundungan menimpa siswi SD di Kabupaten Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).

LPAI Lampung mengingatkan dampak perundungan pada anak usia dini dapat memengaruhi kesehatan mental maupun fisik korban. Mulai dari trauma, kecemasan, depresi, kehilangan rasa percaya diri, hingga munculnya ketakutan untuk kembali bersekolah.

Selain itu, korban juga berpotensi mengalami cedera fisik akibat kekerasan yang diterima, sehingga berdampak pada konsentrasi belajar dan perkembangan anak.

Maka karena itu, Zainuddin meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) segera memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada korban.

"Pemerintah daerah agar dapat memberikan pendampingan pemulihan psikis terhadap korban agar korban memiliki semangat kembali untuk bersekolah dan menghilangkan traumanya," ucapnya.

3. Desak penanganan hukum dan pembinaan terhadap pelaku anak

ilustrasi bullying (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi bullying (IDN Times/Aditya Pratama)

LPAI Lampung juga mendorong Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lampung Timur mengusut tuntas dugaan perundungan tersebut dengan memanggil seluruh pihak yang diduga terlibat.

Meski demikian, ia menegaskan penanganan terhadap pelaku yang masih berusia di bawah umur tetap harus mengacu pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), yakni mengedepankan pembinaan, edukasi, dan pengawasan orang tua.

Termasuk meminta pihak sekolah bersikap terbuka, responsif, dan tidak menutup-nutupi kasus yang terjadi. "Kasus ini menjadi pengingat penting agar anak-anak tidak takut melapor jika mengalami intimidasi. Peran aktif guru dan orang tua sangat dibutuhkan agar penanganan dapat dilakukan sejak dini," imbuh Zainuddin.

Share Article
Editorial Team

Latest News Lampung

See More