Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Batik Keris Siap Promosikan Wastra Lampung ke Pasar Nasional

Batik Keris Siap Promosikan Wastra Lampung ke Pasar Nasional
Perayaan Pembukaan Batik Keris Lampung di Mal Boemi Kedaton, Sabtu (18/7/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).
Intinya Sih
  • Batik Keris membuka dua gerai baru di Bandar Lampung dan berkolaborasi dengan Dekranasda untuk mengangkat motif khas daerah seperti Tapis, Siger, dan Kapal Lampung.
  • Kolaborasi ini bertujuan melestarikan budaya lokal melalui desain batik yang tetap menjaga nilai filosofi kain tapis serta memperkenalkan identitas Lampung ke pasar nasional.
  • Koleksi hasil kolaborasi dipasarkan di berbagai kota dengan desain modern agar diminati generasi muda, menjadikan motif Lampung bagian dari tren batik nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Batik Keris, brand batik terkemuka Tanah Air mengepakkan sayap bisnisnya. Brand ini membuka dua gerai sekaligus di Kota Bandar Lampung berlokasi di Mal Boemi Kedaton dan Mall Chandra Tanjungkarang.

Menariknya, pengelola Batik Keris juga berkomitmen mendukung wastra khas Lampung. Batik Keris bakal memasarkan produk fesyen terinspirasi dari Tapis Lampung dan motif khas Lampung lainnya seperti siger, kapal, gajah dan sebagainya.

Apalagi, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Batik Keris terkait pemanfaatan Motif Siger dan Motif Kapal Lampung dalam produk batik nasional.

1. Upaya lestarikan budaya

WhatsApp Image 2026-07-18 at 3.43.00 PM.jpeg
Perayaan Pembukaan Batik Keris Lampung di Mal Boemi Kedaton, Sabtu (18/7/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari menjelaskan, kolaborasi Batik Keris dengan Dekranasda Provinsi Lampung bukan sekadar menghadirkan motif baru, tetapi juga menjadi upaya melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan identitas Lampung kepada masyarakat Indonesia. Seluruh proses perancangan motif dilakukan dengan tetap menjaga nilai budaya yang melekat pada kain tapis.

"Setiap motif memiliki filosofi. Kami ingin kearifan lokal Lampung tetap terjaga. Dekranasda bersama Batik Keris juga berkonsultasi dengan budayawan dan pemerhati wastra agar penggunaan ornamen hingga motif tidak menyimpang dari nilai budaya Lampung," jelasnya kepada awak media dalam kegiatan Perayaan Pembukaan Batik Keris Lampung di Mal Boemi Kedaton, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Wulan, kerja sama tersebut menjadi salah satu strategi mengenalkan wastra Lampung ke pasar nasional. "Hasil kolaborasi ini sudah mulai dipasarkan di galeri Batik Tulis di berbagai daerah. Harapannya semakin banyak masyarakat yang mengenal motif khas Lampung," ujarnya.

2. Tapis dipadukan dengan batik hasilkan karya unik

WhatsApp Image 2026-07-18 at 3.43.01 PM (2).jpeg
Perayaan Pembukaan Batik Keris Lampung di Mal Boemi Kedaton, Sabtu (18/7/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Komisaris Utama PT Batik Keris Lina Handianto Tjokrosaputro menjelaskan, tertarik mengembangkan bisnis dan menambah koleksi fesyen terinspirasi wasta Lampung setelah melihat kekayaan budaya yang dimiliki daerah tersebut, terutama kain tapis.

"Saya merasa terhormat bisa berkolaborasi dengan Lampung. Motif tapis dipadukan dengan batik sehingga menghasilkan karya yang unik," katanya.

Menurut Lina, ide kolaborasi itu lahir setelah berdiskusi dengan Dekranasda Lampung mengenai potensi motif daerah yang bisa dikembangkan menjadi koleksi batik bernuansa nasional. Ia menilai keberagaman budaya Indonesia justru menjadi kekuatan industri fesyen.

"Budaya Indonesia sangat indah. Kami ingin memperkenalkan motif Lampung ke seluruh Indonesia melalui jaringan toko Batik Keris," ujarnya.

3. Cocok dikreasikan menjadi busana modern dan diminati gen z

WhatsApp Image 2026-07-18 at 3.43.01 PM.jpeg
Perayaan Pembukaan Batik Keris Lampung di Mal Boemi Kedaton, Sabtu (18/7/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Lina mengatakan, koleksi hasil kolaborasi tersebut akan dipasarkan di gerai Batik Keris yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat dari luar Lampung juga dapat mengenal motif tapis lebih dekat.

Tak hanya mengangkat nilai budaya, desain batik juga disesuaikan dengan tren agar diminati generasi muda. "Kami selalu mengikuti perkembangan zaman. Motif Lampung sangat cocok dikreasikan menjadi busana yang modern dan tetap diminati Gen Z," katanya.

Wulan menambahkan, Dekranasda Lampung berharap kolaborasi ini menjadi awal semakin banyak pelaku industri kreatif yang mengangkat kekayaan budaya lokal. Kehadiran Batik Keris di Lampung diharapkan mampu memperluas promosi tapis sebagai salah satu wastra unggulan Indonesia.

"Melalui kolaborasi tersebut, motif tapis tak hanya menjadi identitas masyarakat Lampung, tetapi juga berpeluang menjadi bagian dari tren batik nasional yang semakin dikenal masyarakat luas," jelas istri gubernur Lampung ini.

Share Article
Editorial Team

Latest News Lampung

See More