6 Ribu Warga Lamteng Ikut Gebyar Sehat Soekarno, Ada Senam dan Donor Darah

- Sebanyak 6 ribu warga Lampung Tengah ikut Gebyar Sehat Soekarno yang digelar DPD PDI Perjuangan Lampung sebagai bagian peringatan Bulan Bung Karno dan peristiwa Kudatuli.
- Kegiatan ini menekankan pentingnya hidup sehat, semangat gotong royong, serta kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dunia usaha, dan masyarakat untuk membangun Lampung yang maju dan sejahtera.
- Generasi muda diajak memahami sejarah perjuangan bangsa melalui pesan Jas Merah Bung Karno, disertai aksi sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, dan santunan anak yatim.
Lampung Tengah, IDN Times - Sekitar 6 ribu masyarakat memadati Lapangan Prosida, Bandar Jaya Barat, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) dalam kegiatan Gebyar Sehat Soekarno digelar DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno, sekaligus rangkaian peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli).
Selain mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, kegiatan tersebut juga diisi berbagai aksi sosial dan pendidikan politik sebagai upaya menanamkan semangat gotong royong hingga nilai-nilai perjuangan Bung Karno.
1. Wujudkan masyarakat sehat dan semangat gotong royong

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti mengatakan, Gebyar Sehat Soekarno bukan sekadar kegiatan olahraga bersama. Menurutnya, agenda tersebut merupakan implementasi nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang menekankan pentingnya persatuan, gotong royong, serta membangun masyarakat yang sehat dan produktif.
Menurutnya, semangat gotong royong harus terus dipelihara melalui kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
"Melalui kegiatan Gebyar Sehat Soekarno dan Sekinker Gelowing, kita ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya Lampung yang semakin maju, sehat, dan sejahtera," ucapnya.
2. Generasi muda diajak tidak melupakan sejarah

Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga juga mengajak generasi muda, khususnya Gen Z untuk memahami sejarah perjuangan bangsa. Pesan Bung Karno tentang Jas Merah atau jangan sekali-kali meninggalkan sejarah disebut harus terus menjadi pegangan bagi generasi penerus.
Selain itu, ia juga mengapresiasi DPD PDI Perjuangan Lampung dan DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah karena dinilai berhasil menghadirkan antusiasme ribuan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
"Generasi muda harus memahami sejarah bangsa. Bung Karno telah mengingatkan kita melalui pesan Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi bekal untuk membangun masa depan Indonesia," katanya.
3. Sekaligus peringati Kudatuli dan gelar aksi sosial

Eriko menambahkan, Gebyar Sehat Soekarno juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Peristiwa Kudatuli yang diperingati setiap 27 Juli.
"Peristiwa tersebut merupakan salah satu tonggak sejarah perjuangan demokrasi yang harus terus dikenang dan diwariskan kepada generasi muda," imbuhnya
Rangkaian kegiatan di Lapangan Prosida diisi dengan slow jogging, Senam SICITA, Senam Sekinker Gelowing, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembagian doorprize.
Selain itu, DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung juga menggelar pendidikan politik di Hotel BBC Lampung Tengah yang dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga dan Ketua DPP PDI Perjuangan dr. Ribka Tjiptaning. Kegiatan tersebut diikuti fungsionaris DPD, ketua fraksi, serta ketua DPC wilayah Lampung II untuk memperkuat ideologi dan kapasitas kader.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia turut memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Almarhamah Abu Bakar, Bandar Jaya Barat. Kegiatan itu diharapkan semakin memperkuat semangat hidup sehat, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Lampung.





















