Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Blokade Akses SMAN 1 Labuhanratu Dibongkar, Warga dan Sekolah Berdamai

Blokade Akses SMAN 1 Labuhanratu Dibongkar, Warga dan Sekolah Berdamai
Warga Desa Pulau Sari bersama pihak SMAN 1 Labuhanratu menjalin kesepakatan damai soal aksi blokade jalan. (IDN Times/Istimewa).
Intinya Sih
  • Warga dan pihak SMAN 1 Labuhanratu sepakat berdamai setelah blokade akses sekolah dibongkar, disaksikan aparat dan perwakilan masyarakat.
  • Disdikbud Lampung menegaskan penerimaan siswa tetap mengikuti juknis resmi, namun berkomitmen meningkatkan pendampingan bagi warga sekitar sekolah.
  • Hasil dialog menghasilkan permintaan warga agar sosialisasi SPMB diperkuat serta edukasi pendaftaran diberikan sejak awal untuk menghindari kesalahpahaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Timur, IDN Times - Polemik aksi blokade jalan akses menuju SMAN 1 Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 akhirnya menemui titik terang.

Berdasarkan rekaman diterima IDN Times, video memperlihatkan cuplikan proses perdamaian di lokasi blokade. Seorang pria berbaju hitam diduga perwakilan warga menyatakan bersyukur atas kelancaran komunikasi antarwarga dengan pihak SMAN 1 Labuhanratu.

Pria tersebut juga menyerahkan pembongkaran blokade jalan kepada kepala sekolah. Beberapa warga, polisi, dan dewan guru berbaju pramuka menyaksikan pernyataan tersebut.

"Dengan adanya pemblokadean ini, maka saat ini juga pemblokadeannya tak serahkan kepada Bapak Kepala Sekolah untuk dibongkar," kata warga tersebut.

"Terima kasih, mudah-mudahan enggak ada masalah, mudah-mudahan semuanya manis bisa bekerja sama, terima kasih," timpal pria berpakaian batik biru dan kopiah hitam diduga kepala sekolah SMAN 1 Labuhanratu.

1. Warga dan SMAN 1 Labuhanratu sepakat damai

IMG_20260718_105812.jpg
Aksi blokade jalan dilakukan oleh warga menyoal kekecewaan terhadap hasil SMPB di SMAN 1 Labuhanratu. (IDN Times/Istimewa).

Terkait rekaman video tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico mengamini sekaligus memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah bersama dengan warga setempat.

Hasil komunikasi antarkedua pihak, telah meraih kesepakatan damai. Bahkan, portal yang sempat dipasang warga di akses menuju sekolah telah dibuka secara permanen.

"Alhamdulillah sudah beres. Komunikasinya sudah dimulai dari semalam dan sepakat damai. Hari ini sudah dilakukan realisasi pembukaan portal (blokade pagar bambu)," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).

2. Komitmen tingkatkan pendampingan terhadap warga

IMG-20260608-WA0002.jpg
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Thomas Amirico. (IDN Times/Muhaimin)

Komunikasi antara pihak SMAN 1 Labuhanratu dengan masyarakat setempat, salah satu tuntutan warga terkait keinginan agar anak-anak yang tidak lolos SPMB diakomodasi tidak dapat dipenuhi. Menurutnya, seluruh proses penerimaan peserta didik harus tetap mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

"Gak bisa, karena kita harus sesuai juknis. Kalau kita mengakomodasi di luar aturan, nanti justru akan menimbulkan persoalan di tempat lain juga," ucapnya.

Meski demikian, Disdikbud berkomitmen meningkatkan pendampingan kepada masyarakat, khususnya bagi calon peserta didik di sekitar sekolah pada pelaksanaan SPMB tahun berikutnya. Pendampingan itu dilakukan agar masyarakat lebih memahami mekanisme dan jalur pendaftaran yang sesuai dengan peluang masing-masing siswa.

"Kalau memang tahun depan ada anak-anak dari keluarga sekitar yang ingin mendaftar, akan kita beri edukasi, pendampingan, dan diarahkan memilih jalur yang berpotensi lolos. Yang penting kita tidak melanggar aturan," tegasnya.

3. Warga minta sosialisasi pelaksanaan SPMB dimaksimalkan

IMG_20260718_105829.jpg
Aksi blokade jalan dilakukan oleh warga menyoal kekecewaan terhadap hasil SMPB di SMAN 1 Labuhanratu. (IDN Times/Istimewa).

Hasil dialog dengan warga juga menghasilkan sejumlah masukan kepada pemerintah. Di antaranya, masyarakat meminta agar sosialisasi pelaksanaan SPMB kepada warga sekitar sekolah lebih dimaksimalkan dan kuota daya tampung sekolah dapat ditambah.

Termasuk permintaan supaya calon peserta didik memperoleh edukasi dan pendampingan sejak awal, agar tidak keliru memilih jalur pendaftaran.

"Yang jelas ke depan kami akan lebih mengedukasi masyarakat sekitar sekolah terkait mekanisme SPMB, agar mereka memahami aturan dan tidak salah memilih jalur," imbuh Thomas.

Share Article
Editorial Team

Latest News Lampung

See More