Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sinergi PGN dan Kemenperin Bidik Potensi Pemanfaatan Gas Bumi 115 BBTU
PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina menjalin sinergi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). (Dok. PGN).
  • PT PGN Tbk dan Kemenperin sinergi untuk pemenuhan kebutuhan gas bumi bagi kawasan industri.
  • Industri pengolahan nonmigas tumbuh 4.64% pada Triwulan I 2024, berkontribusi 72,39% pada nilai eksport nasional.
  • Kemenperin siapkan roadmap 2025-2045 untuk penguatan struktur industri, Indonesia diproyeksikan menjadi pusat Global Value Chain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina menjalin sinergi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Tujuannya, menciptakan dukungan untuk pemenuhan kebutuhan gas bumi bagi kawasan industri (KI).

Pada Forum Group Discussion dilaksanakan di Batam, 24 Agustus 2024, Dewi Muliana, Direktur Perwilayahan Industri, menyampaikan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas mencapai 4.64 persen pada Triwulan I 2024 berkontribusi 72,39 persen pada nilai eksport nasional.

1. Investasi industri pengolahan nonmigas Rp155,5 triliun

ilustrasi uang (unsplash.com.Mufid Majnun)

Kontribusi sektor industri pengolahan nonmigas terhadap PDB Nasional mencapai 17,47 persen, dan terus bertumbuh hal ini terlihat dari besarnya investasi yang mencapai Rp155,5 triliun atau sebesar 38.73 persen dari total investasi Indonesia pada Triwulan I 2024.

"Sektor Industri Nonmigas juga berperan besar pada penyerapan tenaga kerja, terhitung sebanyak 19.29 juta orang pada Agustus 2023 atau naik 181 ribu orang dibanding Agustus 2022” ujar Dewi.

Dalam pembangunan sektor industri jangka Panjang, Kemenperin menyiapkan roadmap 2025-2045. Mulai 2025 berfokus pada penguatan struktur serta ekosistem hilirisasi industri. Selanjutnya pada 2030-2034 dilakukan pemfokusan pada industri berbasis sumber daya medium-high tech sehingga terjadi peningkatan kompleksitas Produk Industri.

Ke depan, Indonesia diproyeksikan menjadi pusat dari Global Value Chain serta menjadi pusat jasa manufaktur maju di tingkat regional 2040–2045.  Untuk mendukung roadmap tersebut, Kemenperin telah menerbitkan visi dan misi pembangunan industri nasional serta penerbitan regulasi turunan yaitu PP Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan Industri.

2. Petakan KI jadi prioritas jangka pendek

ilustrasi orang yang punya tujuan (freepik.com/ijeab)

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari mengungkapkan PGN fokus untuk peningkatan optimalisasi dan pengembangan infrastruktur melalui penjajakan bersama dengan KI yang belum memiliki akses terhadap pasokan gas bumi. Fokus PGN tersebut selaras dengan regulasi yang diterbitkan Kemenperin.

Dalam FGD antara Kemenperin dengan PGN, dilakukan pemetaan KI dapat menjadi prioritas jangka pendek dalam pengembangan infrastruktur gas bumi. Terdapat 14 KI (dari 50 KI) yang menjadi prioritas pengembangan infrastruktur gas bumi dengan mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur gas bumi milik PGN, serta status KI tersebut sebagai Proyek Strategis Nasional.

KI tersebut adalah KI Panbil Tembesi, Bintan Industrial Estate, Kalimantan Industrial Park Indonesia, Indonesia Pomalaa Industrial Park, KI Makasar, KI Buli, KI Pulau Obi, KI Teluk Weda, KI Jorong, Indonesia Morowali Industrial Park, KI Konawe dan KI Motui.

3. Menyediakan aksesiblitas gas bumi

Perwakilan forum industri dan asosiasi pelanggan ini diundang ke Terminal LNG Floating Storage Regasification Unit Lampung (FSRU Lampung) berlokasi di Laut Jawa 20-21 Agustus 2024. (Dok. PGN).

Selanjutnya PGN menindaklanjuti dengan melakukan Joint Planning, Site Survey, Kajian Tekno-Ekonomi, dan Peningkatan Maturitas Investasi atas seluruh KI yang telah diprioritasikan. Pada kesempatan yang sama, PGN telah menandatangani Heads of Agreement (HOA) dengan sejumlah KI perihal pengembangan gas bumi dengan potensi kebutuhan volume gas bumi kurang lebih 115 BBTUD mulai tahun 2027.

“Kami berkomitmen untuk memperluas akses gas bumi dengan menyasar kawasan industri, didorong oleh adanya peluang sinergi terkait infrastruktur yang bisa dikembangkan khususnya di Indonesia Tengah dan Timur. PGN memiliki konsep integrasi infrastruktur pipeline dan beyond pipeline,” jelas Rosa dalam keterangan resmi, Rabu (28/8/2024).

Rosa melanjutkan, selain untuk kebutuhan gas terpenuhi, perencanaan bersama Kemenperin diharapkan dapat menstimulasi pemanfaatan gas bumi domestik dan menciptakan multiplier effect. PGN sebagai badan usaha di sektor hilir gas bumi siap menjadi garda depan dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut.

“Komitmen dan fokus PGN untuk menyediakan aksesiblitas gas bumi di KI juga ditujukan untuk mendukung pemerintah dalam mengembangkan KI yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Konsep integrasi infrastuktur gas bumi dapat menjadi satu kesatuan bersama penyediaan infrastruktur lainnya untuk mempercepat pembangunan PSN,” ujar Rosa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article