Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siasat Pengelola Tol Bakter Urai Lonjakan Arus Balik 2026 ke Bakauheni

Siasat Pengelola Tol Bakter Urai Lonjakan Arus Balik 2026 ke Bakauheni
Potret udara rest area ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar saat arus balik Lebaran 2026. (Dok. PT BTB Toll).
Intinya Sih
  • PT Hakaaston menerapkan sistem delaying dengan memanfaatkan lima rest area sebagai kantong parkir sementara untuk mengurai kepadatan arus balik menuju Pelabuhan Bakauheni.
  • Volume kendaraan meningkat hingga 14 ribu per hari saat puncak arus balik, namun lalu lintas tetap terkendali berkat distribusi kendaraan ke titik penyangga di sepanjang Tol Bakter.
  • HKA memastikan fasilitas rest area berfungsi optimal dan kondisi lalu lintas tetap lancar, dengan penerapan sistem situasional serta koordinasi bersama Polda Lampung selama masa arus balik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times - Lonjakan arus balik Lebaran 2026 di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) diantisipasi dengan strategi khusus oleh pengelola jalan tol PT Hakaaston (HKA) . Itu melalui penerapkan sistem penundaan perjalanan atau delaying system dengan memanfaatkan rest area sebagai kantong parkir sementara, guna mengurai kepadatan menuju Pelabuhan Bakauheni.

Berdasarkan data PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) Toll, sepanjang periode angkutan Lebaran pada 11–31 Maret 2026, tercatat sebanyak 1.012.409 kendaraan melintas di ruas tol tersebut. Angka ini meningkat sekitar 78 persen dibandingkan lalu lintas normal.

"Ini diperlukan langkah taktis untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya di jalur menuju pelabuhan penyeberangan," ujar Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, Sabtu (4/4/2026).

1. Aktifkan lima rest area

IMG-20260404-WA0007.jpg
Potret udara rest area ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar saat arus balik Lebaran 2026. (Dok. PT BTB Toll).

Sebagai bagian dari strategi, Martin menyebutkan, HKA mengaktifkan lima rest area yang berada di KM 20B, KM 33B, KM 49B, KM 87B, dan KM 116B. Titik-titik ini difungsikan sebagai penyangga arus kendaraan saat terjadi kepadatan di area pelabuhan.

Menurutnya, kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni diarahkan untuk berhenti sementara di rest area tersebut ketika kapasitas parkir di pelabuhan mendekati batas maksimal.

"Skema ini bertujuan mencegah antrean panjang yang berpotensi mengunci akses masuk dermaga.

HKA juga bekerja sama dengan Polda Lampung dalam menerapkan pengaturan lalu lintas secara situasional di lapangan. Petugas gabungan bersiaga selama 24 jam, untuk mengatur distribusi kendaraan agar tetap terkendali," katanya.

2. Puncak arus balik tembus 14 ribu kendaraan per hari

IMG-20260404-WA0009.jpg
Potret udara rest area ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar saat arus balik Lebaran 2026. (Dok. PT BTB Toll).

Merujuk data operasional, Martin menyebutkan, volume kendaraan menuju Pelabuhan Bakauheni meningkat signifikan, dari 4.134 kendaraan pada 21 Maret menjadi sekitar 12.000 hingga 14.653 kendaraan per hari saat puncak arus balik.

Meski terjadi lonjakan, arus lalu lintas tetap terkelola tanpa hambatan berarti berkat penerapan sistem distribusi ke titik-titik penyangga. Menurutnya, kebijakan ini menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus kendaraan, penempatan kendaraan di rest area memberi ruang bagi otoritas pelabuhan untuk mengatur kapasitas dermaga tanpa tekanan antrean di jalan tol.

“Prioritas kami memastikan distribusi kendaraan tetap teratur dan aman. Dengan adanya kantong parkir ini, antrean bisa dikendalikan sebelum masuk ke pelabuhan,” ujarnya.

3. Laporkan kondisi arus lalu lintas tol lancar dan terkendali

IMG-20260404-WA0013.jpg
Potret udara rest area ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar saat arus balik Lebaran 2026. (Dok. PT BTB Toll).

Selain pengaturan lalu lintas, HKA juga memastikan seluruh fasilitas di rest area berfungsi optimal. Mulai dari toilet, musala, area makan, hingga ketersediaan bahan bakar dipantau secara berkala untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan selama masa tunggu.

HKA menegaskan, sistem delaying ini bersifat situasional dan hanya diterapkan saat terjadi kepadatan di pelabuhan. Jika kondisi normal, kendaraan tetap dibiarkan melaju tanpa pengalihan.

"Hingga akhir periode arus balik, kondisi lalu lintas di ruas Tol Bakter dapat dilaporkan tetap lancar dan terkendali. Pengguna jalan juga selalu diimbau mematuhi arahan petugas, serta memastikan kondisi kendaraan prima selama perjalanan menuju tujuan," imbuh Martin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More