Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Siapkan Anggaran Rp7 Miliar, Kapan Pembangunan Kantor KIR Baru Selesai?

Siapkan Anggaran Rp7 Miliar, Kapan Pembangunan Kantor KIR Baru Selesai?
Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bandar Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan mengatakan pembangunan kantor KIR (Uji Kendaraan Bermotor) Bandar Lampung yang baru direncanakan selesai Desember 2022.

Sejak 2019, UPT KIR Dinas Perhubungan Bandar Lampung memang sudah meminta pengadaan kantor KIR baru. Kemudian rencananya akan dibangun kantor KIR di Rajabasa dekat gedung dinas perhubungan saat ini.

Namun, karena pada tahun tersebut terdapat recofusing anggaran yang banyak dialihkan untuk penanganan COVID-19, maka rencana tersebut ditunda. “Betul, kantor KIR di Rajabasa rencananya tahun ini selesai,” kata Iwan Gunawan ketika dimintai keterangan, Senin (14/2/2022).

1. Kadis PU pastikan pengerjaannya selesai tahun ini

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).

Meski begitu sampai saat ini Dinas PU memang belum membuat lelang tendernya pada laman https://www.lpse.bandarlampungkota.go.id/. Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam proses tahap persiapan pelelangan yang akan berlangsung selama satu bulan.

“Pelelangan itu kan satu bulan, jadi misalnya kita mulai lelang Maret, mulai pengerjaannya April, tapi kita usahakan Desember 2022 selesai,” imbuh Iwan.

Terkait anggaran untuk gedung KIR yang baru ia mengatakan sekitar Rp7 miliar.

2. Kantor KIR saat ini sudah tidak layak lagi

Kepala UPT KIR Dishub Bandar Lampung, Andy Koenang. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
Kepala UPT KIR Dishub Bandar Lampung, Andy Koenang. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).

Kepala UPT KIR Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Andy Koenang menyampaikan alasan dipindahnya kantor KIR salah satunya adalah kondisi lahan sudah tidak memungkinkan.

“Tempat parkir itu, kita sudah susun setengah mati saja, masih rapat. Hal ini dikarenakan saat zaman wali kota Pak Herman HN, beliau mengadakan perluasan RSUD A Dadi Tjokrodipo termasuk gedung rawat inap empat lantai disamping kanan itu, jadi lahan kita tergerus,” jelasnya.

Andy melanjutkan, karena perluasan tersebut kantor dinas perhubungan kini berpindah Rajabasa. Selain itu, kantor KIR yang mulai beroperasi pada 1974 tersebut juga sudah tidak memungkinkan untuk operasional.

3. Kondisi akses jalan

Salah satu lahan parkir di Gedung KIR Bandar Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
Salah satu lahan parkir di Gedung KIR Bandar Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).

Selain lahan, Andy mengatakan akses kendaraan untuk masuk ke kantor KIR juga terbilang sulit.

“Konsisi lokasi kantor ini terbilang sulit untuk akses kendaraan masuk, karena kalau lewat jalan dalam kota dilarang, memutarnya terlalu jauh. Sehingga akses paling enteng hanya lewat Pasar Cimeng,” ujarnya.

Ia melanjutkan, saat pertama beroperasi menurutnya lokasi di kantor saat ini memang pas, mobil yang ingin jalan ke kantor KIR aksesnya mudah. Namun, seiring perkembangan zaman, lama-kelamaan daerah tersebut tergerus dengan kemajuan kota.

“Sebenarnya paling pas kantor KIR itu di jalan bypass. Tapi kalau mau di sana harus cari lahan dulu dan itu rumit lagi kepengurusan surat lahannya. Jadi lebih baik pakai lahan yang sudah ada saja, meski tidak dijalan besar, Terminal Rajabasa tidak terlalu jauh dari bypass yang artinya aksesnya jauh lebih mudah,” paparnya.

4. Berencana beli mesin penguji baru

Tempat pengujian kendaraan bermotor di Bandar Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
Tempat pengujian kendaraan bermotor di Bandar Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).

Andy mengatakan, dalam pembangunan gedung KIR ini, rencananya tempat uji kendaraan bermotor tersebut akan dibuat dua line.

“Digedung lama ini kan cuma satu line saja, rencananya di lokasi yang baru akan dibuat dua line. Nanti mesin yang ada saat ini akan mengisi line satu, lalu untuk line kedua akan beli baru,” ujarnya.

Andy memperkirakan harga mesin penguji kendaraan bermotor tersebut adalah sekitar Rp3 miliar. “Mesin yang ada pada kami saat ini usianya juga sudah tua. Sama dengan mulai kantor ini beroperasi, yaitu 1974,” imbuhnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rohmah Mustaurida
Martin Tobing
Rohmah Mustaurida
EditorRohmah Mustaurida

Latest News Lampung

See More

Hari Lahir Pancasila, Pangdam Radin Inten: Indonesia Bukti Keberagaman

01 Jun 2026, 19:02 WIBNews