Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anak Krakatau Turun Status, Warga Pulau Sebesi Lega dan Minta Harapan

Kab. Lampung Selatan
3 min read
Anak Krakatau Turun Status, Warga Pulau Sebesi Lega dan Minta Harapan
Pulau Sabesi. (Dok. Pemkab Lampung Selatan).
  • Status Gunung Anak Krakatau turun dari Level III Siaga ke Level II Waspada, membuat warga Pulau Sebesi lega dan aktivitas harian kembali normal.

  • Kondisi udara di Pulau Sebesi dilaporkan membaik tanpa asap atau debu, sementara warga tetap beraktivitas di kebun, laut, dan sektor ekonomi.

  • Kunjungan wisatawan masih menurun akibat kekhawatiran aktivitas GAK; warga berharap informasi status terbaru mendorong wisata pulih dan menggerakkan penghasilan lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan menyambut lega terkait penurunan status Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada).

Sekretaris Desa Tejang Pulau Sebesi, Riko Iswanto mengatakan, kondisi masyarakat saat ini sudah jauh lebih baik, termasuk aktivitas sehari-hari warga setempat juga mulai berlangsung normal seperti biasa.

"Meskipun dari awal masyarakat asli Pulau Sebesi ini sejak erupsi alhamdulillah normal, kegiatan ataupun aktivitas sehari-hari seperti biasa. Apalagi sekarang sudah ada penurunan (status), bisa dikatakan seperti biasa lagi," ujarnya dimintai keterangan, Selasa (22/9/2026).

  1. 1. Warga Sebesi sudah terbiasa berdampingan dengan GAK

    IMG_20260819_112055.jpg
    Warga Pulau Sabesi menerima bantuan masker dari petugas Puskesmas semasa terjadi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Istimewa).

    Riko mengatakan, masyarakat Pulau Sebesi sejatinya memang telah terbiasa menjalani kehidupan berdampingan dengan kondisi Gunung Anak Krakatau berada tidak jauh dari permukiman mereka.

    Menurutnya, penurunan status GAK turut membuat kondisi udara di Pulau Sebesi kini menjadi jauh lebih baik, sehingga aktivitas masyarakat pun tidak lagi terlalu terganggu.

    "Udaranya jauh lebih enak, mudah-mudahan kondisi ini terus membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal, termasuk sektor pariwisata menjadi salah satu penopang ekonomi warga," harapnya

  2. 2. Kunjungan wisatawan masih menurun

    IMG-20260909-WA0010.jpg
    Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung).

    Meski tak menyentuh langsung kawasan GAK, Riko melanjutkan, aktivitas wisata di Pulau Sebesi sebenarnya masih berlangsung. Namun, jumlah wisatawan datang belum kembali seperti kondisi normal.

    "Jelas penurunan, tidak seperti biasanya. Setiap minggu ada yang masuk, tapi pesertanya (para wisatawan) tidak sebanyak biasanya," jelas dia.

    Kekhawatiran wisatawan terhadap aktivitas GAK dinilai menjadi salah satu faktor berdampak terhadap kunjungan wisata ke Pulau Sebesi. "Mudah-mudahan dengan adanya informasi ataupun edaran dari pemerintah terkait penurunan status ini, wisatawan bisa tahu lagi bahwa statusnya sudah membaik dan mudah-mudahan bisa bertambah lagi," lanjutnya.

  3. 3. Pelaku wisata bersyukur kondisi sebesi kembali normal

    Pulau Sabesi
    Pulau Sabesi

    Pernyataan senada turut disampaikan Chandra, warga Pulau Sebesi sekaligus pelaku wisata. Ia bersyukur status GAK kini telah turun ke Level II (Waspada).

    Menurutnya, berdasarkan kondisi yang dipantau masyarakat, GAK saat ini sudah tidak lagi menunjukkan aktivitas seperti sebelumnya. Kondisi Pulau Sebesi juga dinilai kembali normal. "Alhamdulillah. Status sudah aman, nyaman," ucapnya.

    Ia mengatakan, warga Pulau Sebesi pada dasarnya tetap menjalankan aktivitas sehari-hari meski GAK sebelumnya berstatus Level III (Siaga). Warga tetap pergi ke kebun, melaut, hingga menjalankan aktivitas ekonomi di pulau.

    Namun tetap, ia berharap wisatawan kembali berkunjung ke Pulau Sebesi karena sektor pariwisata berkaitan langsung dengan penghasilan masyarakat setempat.

    "Kalau pengunjung masuk, warga semua berkesinambungan. Yang jualan laris, homestay kepakai, yang angkut kepakai. Semuanya di situ," tambah dia.

  4. 4. Berharap wisatawan kembali ramai

    IMG_20260819_112103.jpg
    Warga Pulau Sabesi menerima bantuan masker dari petugas Puskesmas semasa terjadi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Istimewa).

    Chandra menyebutkan, masyarakat Pulau Sebesi sejatinya telah terbiasa hidup berdampingan dengan Gunung Anak Krakatau. Karena itu, ia berharap wisatawan tidak terlalu khawatir untuk kembali berkunjung selama tetap mengikuti ketentuan dan informasi resmi terkait aktivitas GAK.

    Selain itu, ia juga memastikan kondisi udara di Pulau Sebesi saat ini dalam keadaan baik. Tidak ada asap maupun debu yang mengganggu aktivitas warga setempat.

    "Alhamdulillah udara bagus, tidak ada asap, tidak ada debu. Mudah-mudahan ini jadi momentum kembalinya roda perekonomian masyarakat Pulau Sebesi dari sektor pariwisata," imbuh Chandra.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More