Bandar Lampung, IDN Times - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkap dinamika sengketa agraria dan tata kelola pertanahan masih menjadi persoalan di Provinsi Lampung. Konflik lahan semakin sering muncul, seiring meningkatnya harga sejumlah komoditas pertanian.
Pernyataan itu disampaikan Mirza saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Pengelolaan Aset Pemerintah Daerah/Barang Milik Daerah (BMD) dan aset BUMD dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersama Komisi II DPR RI di Ruang Rapat Komisi II, Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).
Mirza mengatakan, Lampung merupakan provinsi dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Pulau Sumatra dan memiliki jumlah penduduk terbesar kedua se-Sumatra. Terlebih, hampir 70 persen masyarakat Lampung menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.
"Artinya, setelah harga komoditas ini bagus semua, banyak sekali konflik-konflik yang muncul ya, meski sudah banyak, akhirnya sekarang lebih sering muncul. Hampir tiap minggu, hampir sebulan tiga kali empat kali kami menerima demo tentang masalah konflik," ujar Mirza.
