Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ramadan 2026, Dua SPPG Picu Keracunan di Lampung Ditutup Sementara
Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan membesuk para korban keracunan MBG di Menggala. (DOK. IDN Times).
  • Dua SPPG di Tulang Bawang dan Lampung Timur ditutup sementara setelah terjadi dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan 1447 Hijriah.
  • Total delapan orang terdampak, termasuk balita dan lansia, diduga akibat konsumsi telur asin yang disuplai ke dua lokasi oleh pemasok yang sama.
  • BPOM turun memeriksa pemasok telur asin, sementara Satgas MBG memperketat pengawasan bahan pangan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Lampung ditutup sementara setelah terjadi dugaan kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kedua unit SPPG ditutup sementara ialah masing-masing berada di Menggala, Kabupaten Tulang Bawang dan Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

“Ya, selama ramadan sejauh ini sudah dua kali terjadi kasus keracunan. Artinya, sudah ada dua SPPG yang kita tutup sementara, yaitu di Tulang Bawang dan Lampung Timur,” ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Lampung, Saipul dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

1. Delapan orang terdampak, balita ikut jadi korban

Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan membesuk para korban keracunan MBG di Menggala. (DOK. IDN Times).

Saipul menjelaskan, kasus terbaru terjadi di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur. Berdasarkan konfirmasi dengan koordinator wilayah setempat, delapan orang terdampak diduga mengalami keracunan.

“Hasil konfirmasi dengan Korwil SPPG Lampung Timur, benar ada delapan orang terdampak. Bahkan ada satu orang lanjut usia yang ikut mengalami gejala, karena turut mengonsumsi menu telur asin,” katanya.

Selain itu, seorang balita juga ikut terdampak karena mengonsumsi telur asin dibawa pulang anggota keluarganya. “Balita ini sebenarnya tidak mendapat menu telur asin. Tapi karena dibawa pulang oleh kakaknya, lalu dimakan bersama keluarga, termasuk neneknya, akhirnya ikut terdampak,” lanjut dia.

2. Pemasok telur asin sama di dua lokasi

ilustrasi telur asin (commons.wikimedia.org/Edgina36)

Dari delapan korban tersebut, dua orang menjalani rawat jalan, sementara enam lainnya sempat dirawat inap. Namun berdasarkan laporan terbaru, seluruh korban kini telah diperbolehkan pulang.

Menurut Saipul, kasus ini diduga berkaitan dengan telur asin yang disuplai ke dua SPPG tersebut. Supplier telur asin di Tulang Bawang diketahui sama dengan pemasok ke SPPG Lampung Timur.

“Supplier telur asin yang di Tulang Bawang ternyata sama dengan yang di Lampung Timur. Ini sudah kami koordinasikan, dan kami minta agar distribusi dihentikan sementara agar tidak terulang,” tegasnya.

3. BPOM ikut periksa

ilustrasi laboratorium (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Merujuk kasus tersebut, Saipul melanjutkan, petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa pemasok telur asin ke SPPG setempat.

Sebagai langkah antisipasi, operasional kedua SPPG di Tulang Bawang dan Lampung Timur tersebut dihentikan sementara waktu sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

"Satgas MBG Lampung memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kualitas bahan pangan yang digunakan dalam program MBG, untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali," imbuh Saipul.

Editorial Team