Puspa dan Muli Sikop, Bayi Harimau Lembah Hijau Siap Sapa Pengunjung

- Dua bayi Harimau Sumatra bernama Puspa dan Muli Sikop di Lembah Hijau Lampung dipastikan sehat, masih diasuh induknya, dan terus diawasi tim medis konservasi.
- Pihak Lembah Hijau akan memperkenalkan kedua anak harimau secara bertahap kepada pengunjung agar tidak stres, dengan jadwal kunjungan terbatas dan pengawasan ketat.
- Kedua anak harimau telah divaksin, diperiksa kesehatannya, dipasangi mikrocip, serta dilaporkan ke BKSDA sebagai bagian dari pendataan konservasi satwa dilindungi.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi Puspa dan Muli Sikop, dua anak Harimau Sumatra di Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau Lampung dipastikan dalam keadaan sehat dan dipantau tim medis.
Komisaris LK Lembah Hijau Lampung, M Irwan Nasution mengatakan, kedua bayi harimau tersebut hingga kini masih berada dalam pengasuhan induknya dan mendapat perawatan intensif dari tim konservasi.
“Ya, kondisi kesehatan si bayi sehat-sehat dan terus dalam pantauan tim dari Lembah Hijau. Selalu bersama induknya dan masih terus dalam asuhan induknya,” ujarnya dimintai keterangan usai prosesi pemberian nama, Jumat (22/5/2026).
1. Anak harimau akan diperkenalkan bertahap ke pengunjung

Irwan menyampaikan, pihak LK Lembah Hijau berencana memperkenalkan kedua anak harimau kepada pengunjung secara bertahap menyesuaikan usia dan kondisi satwa.
Menurutnya, tahapan tersebut dilakukan agar kedua anak harimau tidak mengalami stres atau kaget saat berinteraksi dengan lingkungan luar kandang.
“Pengunjung nanti bisa melihat, tapi bertahap. Mungkin awalnya dari jam 08.00-10.00 WIB, lalu nanti bertambah sampai jam 12.00 WIB. Kita jaga supaya tidak kaget dan tetap bisa mendapatkan sinar matahari pagi,” katanya.
2. Area perawatan dibatasi, anak harimau akan divaksin

Selain pengawasan intensif, Irwan menyebutkan, pihaknya juga menerapkan pembatasan ketat di area perawatan anak harimau guna menjaga kondisi kesehatan satwa tetap optimal. Area tersebut hanya dapat diakses oleh keeper, tenaga medis, dan pihak ahli yang menangani langsung proses perawatan kedua anak harimau Sumatra tersebut.
“Yang pertama tentu kita menjaga higienitas lokasi, diberikan insektisida dan area dibuat terbatas. Hanya keeper, tim medis, dan ahli saja yang bisa masuk. Kami juga sudah menjadwalkan vaksinasi serta pemeriksaan kesehatan berkala sebagai bagian dari proses perawatan," jelasnya.
3. Sudah dipasangi mikrocip

Irwan menambahkan, tim medis telah memeriksa kesehatan kedua anak harimau tersebut, mulai pengukuran bobot tubuh hingga panjang badan.
Selain itu, kedua satwa juga dipasang mikrocip dan dilaporkan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu-Lampung sebagai bagian dari pendataan konservasi.
“Bobot, panjang badan dan pemeriksaan lainnya sudah dilakukan, termasuk pemasangan mikrocip. Laporannya juga sudah disampaikan ke Seksi Wilayah III BKSDA,” ucapnya.
4. Lembah Hijau dukung program konservasi harimau

Irwan menambahkan keberhasilan kelahiran dua anak Harimau Sumatra tersebut menjadi motivasi bagi LK Lembah Hijau untuk terus mendukung program konservasi satwa dilindungi.
Ia berharap, lembaga konservasi tersebut dapat berkontribusi dalam upaya pengembangbiakan dan pelestarian Harimau Sumatra di Indonesia.
“Kita berharap Lembah Hijau terus dapat berkontribusi dalam konservasi Harimau Sumatra dan terus mendukung program pemerintah,” imbuhnya.


















