Rumah Terbakar, Pasutri Lansia di Lamsel Ditemukan Tewas Berpelukan

- Kebakaran hebat melanda rumah pasangan lansia di Desa Balinuraga, Lampung Selatan, menewaskan Wajran (86) dan Apong Mulyati (79) yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan.
- Petugas Damkar menerima laporan pukul 23.38 WIB dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 02.00 WIB, dengan dugaan awal kebakaran dipicu oleh obat nyamuk bakar.
- Rumah korban yang jauh dari permukiman membuat api terlambat diketahui, menghanguskan seluruh bangunan dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.
Lampung Selatan, IDN Times - Kebakaran hebat melanda satu rumah milik pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia di Dusun 1 Sumbersari, Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (13/7/2026) malam. Dua korban penghuni rumah ditemukan meninggal dunia.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah membenarkan ihwal informasi tersebut. Korban merupakan Wajran (86) dan istrinya, Apong Mulyati (79) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah saat proses pemadaman berlangsung.
"Akibat kebakaran tersebut dugaan sementara berasal dari obat nyamuk. Innalillahi wa innailaihi raji'un, penghuni rumah atas nama Bapak Wajran usia 86 tahun dan Ibu Apong Mulyati usia 79 tahun meninggal dunia di lokasi kejadian," ujarnya dikonfirmasi.
1. Korban ditemukan dalam kondisi berpelukan

Rully menyampaikan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.38 WIB. Tim dari Posko Damkar Sidomulyo langsung bergerak menuju lokasi dengan satu unit mobil pemadam, dibantu personel dan armada dari Posko Kalianda.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 00.10 WIB, petugas mendapati api telah membakar sebagian besar bangunan rumah. Proses pemadaman dan pendinginan baru berhasil diselesaikan sekitar pukul 02.00 WIB.
"Berdasarkan informasi di lokasi, korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan di dalam rumah," ungkapnya.
2. Diduga dipicu obat nyamuk bakar

Rully menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar yang memicu munculnya api hingga melahap seluruh bangunan rumah.
Selain itu, posisi rumah korban berada cukup jauh dari permukiman warga membuat kebakaran terlambat diketahui. Saat warga menyadari kejadian tersebut, kondisi rumah telah terbakar sekitar 50 persen.
"Rumah korban lokasinya agak jauh dari permukiman warga lainnya sehingga kebakaran baru diketahui setelah api membesar," jelasnya.
3. Kerugian capai Rp100 juta

Pascaapi berhasil dipadamkan, Rully menambahkan, jenazah kedua korban dievakuasi ke rumah anak mereka yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.
Akibat kebakaran itu, satu unit rumah hangus terbakar dengan total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. "Penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang," imbuh Rully.




















