Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

MPLS Lampung Bekali 88 Ribu Siswa Edukasi LGBT dan Bullying

MPLS Lampung Bekali 88 Ribu Siswa Edukasi LGBT dan Bullying
Ilustrasi belajar di kelas. (Pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Sebanyak 88 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB di Lampung mengikuti MPLS Ramah serentak pada 13–17 Juli 2026 untuk membangun karakter sejak hari pertama sekolah.
  • MPLS Ramah menekankan pencegahan bullying, narkoba, serta edukasi tentang LGBT dan etika bermedia sosial agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan positif.
  • Program ini juga membekali siswa dengan literasi digital dan kedisiplinan guna mempercepat adaptasi di sekolah serta menumbuhkan semangat belajar dan karakter kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times – Sebanyak 88 ribu siswa baru jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Lampung mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah secara serentak pada 13–17 Juli 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan tahun ini, MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga difokuskan untuk membangun karakter siswa sejak hari pertama.

Ia menyampaikan, seluruh sekolah telah diwajibkan melaksanakan MPLS Ramah sesuai surat edaran yang diterbitkan Disdikbud.

"Semua siswa baru wajib mengikuti MPLS. Jumlahnya sekitar 88 ribu siswa di SMA, SMK, maupun SLB. Pelaksanaannya berlangsung pada 13 sampai 17 Juli secara serentak," katanya, Senin (13/7/2026).

1. MPLS jadi benteng dari bullying, narkoba, hingga hoaks

idntines.community.com
Ilustrasi bullying. (Pexels.com/RDNE Stock Project)

Thomas menjelaskan, konsep MPLS Ramah dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang aman dan nyaman.

Selama pelaksanaan MPLS, siswa akan mendapatkan berbagai materi penguatan karakter, mulai dari pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba, pemahaman terkait LGBT, hingga etika menggunakan media sosial secara bijak.

"Intinya dalam proses MPLS tidak boleh ada kekerasan maupun bullying. Kami juga ingin melindungi anak-anak dari pengaruh narkoba. Selain itu ada edukasi mengenai media sosial yang baik sehingga mereka memahami bagaimana memanfaatkannya untuk hal-hal positif," ujarnya.

Menurut Thomas, tantangan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks sehingga sekolah harus hadir sebagai ruang yang mampu membekali peserta didik dengan nilai-nilai positif sejak awal.

2. Literasi digital hingga disiplin jadi materi utama

idntines.community.com
Ilustrasi melayani secara online. (Pexels.com/Mart Production)

Selain pencegahan berbagai pengaruh negatif, Disdikbud juga menekankan pentingnya literasi digital. Siswa diharapkan mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun lingkungan yang negatif.

"Kami ingin anak-anak memahami etika bermedia sosial, etika bergaul, saling menghargai, menghormati, dan mendukung satu sama lain. Jangan sampai mereka masuk ke komunitas yang tidak baik atau mudah percaya terhadap hoaks. Mereka harus terbiasa mengecek apakah informasi itu sesuai fakta atau tidak," jelasnya.

3. Percepat adaptasi siswa

idntines.community.com
Ilustrasi sekolah. (Pexels.com/Max Fischer)

Tak hanya itu, MPLS Ramah juga diisi materi pembentukan disiplin, mulai dari disiplin beribadah, menaati tata tertib sekolah, hingga kedisiplinan mengikuti proses belajar mengajar.

Thomas berharap, seluruh pembekalan tersebut dapat mempercepat adaptasi siswa di lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan karakter yang kuat.

"Kami ingin mereka cepat beradaptasi, memiliki kedisiplinan, semangat belajar yang tinggi, sehingga pada akhirnya mampu meraih cita-citanya. Pembentukan karakter harus dimulai sejak hari pertama mereka masuk sekolah," tegasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More