Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prakiraan Cuaca Lampung 10 September 2026, Cek Kualitas Udara
ilustrasi udara yang kering (pixabay.com/Bru-nO)
  • BMKG memprakirakan Lampung pada 10 September 2026 cerah hingga cerah berawan dengan hujan lokal, tanpa potensi hujan sedang-lebat, petir, atau angin kencang.
  • Bandar Lampung diprediksi bersuhu 24–31 derajat Celsius dengan kondisi cerah sampai berawan; udara kabur di beberapa area berpotensi mengurangi jarak pandang.
  • Abu Anak Krakatau tidak mengubah cuaca langsung, tetapi sebarannya mengikuti angin dapat memengaruhi kualitas udara, jarak pandang, dan meninggalkan endapan saat hujan lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Cuaca Lampung, Kamis (10/9/2026) diprakirakan cukup kondusif dengan kondisi cerah hingga cerah berawan dan peluang hujan lokal. BMKG tidak memprakirakan potensi hujan sedang-lebat yang disertai petir atau angin kencang di wilayah Lampung.

Khusus Bandar Lampung, prakiraan BMKG menunjukkan kondisi cenderung cerah, cerah berawan, hingga berawan, dengan kisaran suhu sekitar 24–31 derajat Celcius. Beberapa wilayah kota juga dapat mengalami udara kabur, sehingga jarak pandang perlu diperhatikan.

Namun, aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat tetap perlu memperhatikan kualitas udara dan kemungkinan sebaran abu vulkanik. Terutama wilayah Lampung Selatan dan kawasan yang berhadapan dengan Selat Sunda.

Abu tidak mengubah prakiraan cuaca secara langsung, tetapi dapat membuat udara tampak kabur, mengurangi jarak pandang, dan menimbulkan endapan abu apabila terbawa angin atau turun bersama hujan. Selain itu, cuaca Lampung hari ini diperkirakan relatif bersahabat untuk aktivitas masyarakat di daratan.

Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai perubahan kondisi udara akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau serta potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Lampung. Berikut IDN Times sajikan prakiraan cuaca Lampung hari ini.

1. Bagaimana pengaruh erupsi Anak Krakatau terhadap cuaca Lampung?

Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung).

Erupsi Anak Krakatau tidak menyebabkan perubahan cuaca Lampung secara langsung. Namun, material erupsi, terutama abu vulkanik, dapat memengaruhi kondisi atmosfer dan kualitas udara di wilayah yang dilalui arah sebaran abu.

Aktivitas Anak Krakatau masih menjadi perhatian. Pada awal September, erupsi menghasilkan kolom abu yang sempat mencapai ketinggian sangat tinggi dan mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Aktivitas erupsi kemudian masih berlangsung secara intermiten.

2. Abu vulkanik bisa terbawa angin

ilustrasi erupsi gunung berapi yang menyebabkan hujan abu vulkanik (pexels.com/Diego Girón)

Dampak paling mungkin terhadap Lampung adalah pergerakan abu mengikuti arah angin. Artinya, meskipun prakiraan cuaca BMKG menunjukkan Lampung relatif cerah, sebagian wilayah tetap dapat mengalami:

  • udara tampak berkabut/kabur;

  • jarak pandang berkurang;

  • partikel abu/debu vulkanik di udara;

  • gangguan kualitas udara secara lokal.

Merujuk kondisi ini, langit cerah tidak otomatis berarti udara bebas dari pengaruh erupsi.

3. Hujan justru dapat membantu mengendapkan abu

ilustrasi hujan (pexels.com/Александр Лич)

Jika terjadi hujan lokal di wilayah yang terkena sebaran abu, partikel vulkanik di udara dapat ikut turun bersama air hujan.

Akibatnya, setelah hujan masyarakat dapat menemukan endapan debu/abu tipis pada kendaraan, atap rumah maupun permukaan terbuka.

Namun, ini bukan berarti erupsi menyebabkan hujan. Hujan tetap ditentukan oleh proses meteorologis, sedangkan abu hanya dapat terbawa dan kemudian terendapkan oleh hujan.

4. Angin menjadi faktor kunci

ilustrasi angin (unsplash.com/Khamkéo)

Kondisi angin pada 10 September sangat penting untuk menentukan apakah abu Anak Krakatau berpotensi bergerak ke wilayah Lampung.

Untuk wilayah perairan, BMKG mencatat pola angin Lampung secara umum bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 2–20 knot.

Karena arah dan kecepatan angin dapat berubah menurut ketinggian, sebaran abu tidak boleh diprediksi hanya berdasarkan arah angin permukaan.

5. Erupsi bikin cuaca Lampung lebih dingin atau panas?

ilustrasi cuaca mendung di pantai (pexels.com/Hanif Ismail)

Apakah erupsi Anak Krakatau bisa membuat Lampung lebih dingin atau lebih panas? Tidak secara signifikan untuk kondisi sehari-hari.

Abu vulkanik dalam jumlah besar memang dapat mengurangi intensitas sinar matahari dan membuat suasana terlihat lebih redup atau berkabut. Tetapi untuk prakiraan cuaca harian Lampung, faktor utama tetap pola atmosfer, awan, angin, kelembapan, dan radiasi matahari.

Jadi jangan sampai pemberitaan menyebut erupsi Anak Krakatau sebagai penyebab langsung perubahan suhu Lampung tanpa data pendukung.

6. Cuaca 15 kabupaten/kota

Kabupaten/Kota

Prakiraan Cuaca

Suhu

Kelembapan

Bandar Lampung

Cerah Berawan–Berawan

24–31°C

60–90%

Lampung Selatan

Cerah Berawan–Berawan

24–31°C

60–90%

Lampung Timur

Cerah Berawan

24–32°C

55–90%

Lampung Tengah

Cerah–Cerah Berawan

23–31°C

55–90%

Lampung Utara

Cerah–Cerah Berawan

22–30°C

55–90%

Lampung Barat

Berawan–Udara Kabur

19–27°C

65–99%

Pesisir Barat

Cerah Berawan–Berawan

23–29°C

65–95%

Tanggamus

Cerah Berawan–Berawan

22–29°C

65–95%

Pesawaran

Cerah Berawan–Berawan

24–30°C

65–92%

Pringsewu

Cerah Berawan–Berawan

23–30°C

60–93%

Mesuji

Cerah–Cerah Berawan

24–32°C

55–90%

Tulang Bawang

Cerah–Cerah Berawan

24–32°C

55–89%

Tulang Bawang Barat

Cerah–Cerah Berawan

23–31°C

55–90%

Way Kanan

Cerah–Cerah Berawan

22–30°C

55–91%

Metro

Cerah–Cerah Berawan

24–31°C

55–90%

Curated For You

Editorial Team

Related Article