Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Potret Pekerja Lampung, Mayoritas Masih di Sektor Informal

Kota Bandar Lampung
3 min read
Potret Pekerja Lampung, Mayoritas Masih di Sektor Informal
Ilustrasi buruh (pexels.com/setengah lima sore)
  • Mayoritas pekerja Lampung pada Agustus 2026 berada di sektor informal sebesar 65,93 persen, sementara porsi pekerja formal turun menjadi 34,07 persen.

  • Angkatan kerja mencapai 5,157 juta orang dan pekerja 4,950 juta orang; pertanian menyerap 43,19 persen tenaga kerja, sementara setengah pengangguran naik menjadi 12,10 persen.

  • TPT Lampung turun menjadi 4,01 persen, tetapi pengangguran perempuan lebih tinggi daripada laki-laki; lulusan SMA Umum mencatat TPT tertinggi sebesar 7,66 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat mayoritas penduduk yang bekerja di Lampung masih berada di sektor informal. Pada Agustus 2026, persentasenya mencapai 65,93 persen, sedangkan pekerja formal hanya sebesar 34,07 persen. Angka pekerja formal tersebut turun 1,21 poin persentase dibandingkan Agustus 2025.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026 yang dipaparkan Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja mengalami peningkatan. Namun, masih ada sejumlah catatan terkait status pekerjaan, jam kerja, hingga tingkat pengangguran berdasarkan gender dan pendidikan.

  1. 1. Pekerja informal di Lampung mencapai 65,93 persen

    Ilustrasi buruh tani memanggul gabah usai panen di areal persawahan padi. ANTARA FOTO/Aji Styawan
    Ilustrasi buruh tani memanggul gabah usai panen di areal persawahan padi. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    Jumlah angkatan kerja di Lampung pada Agustus 2026 mencapai 5.157,23 ribu orang. Angka ini meningkat 90,68 ribu orang dibandingkan dengan Agustus 2025. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik 0,32 poin persentase.

    Dari jumlah tersebut, penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 4.950,45 ribu orang atau bertambah 97,07 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yakni 2.138,25 ribu orang atau 43,19 persen dari total penduduk yang bekerja.

    Dalam pengelompokan BPS, pekerja formal mencakup penduduk yang berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar serta buruh/karyawan/pegawai. Adapun pekerja informal meliputi mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas, serta pekerja keluarga atau tidak dibayar. Kondisi tersebut menunjukkan pertambahan jumlah penduduk bekerja belum diikuti oleh peningkatan proporsi pekerja formal.

  2. 2. Sekitar 12 dari 100 pekerja masih setengah menganggur

    Ilustrasi bertema pengangguran untuk menggambarkan kondisi pencari kerja dan tantangan lapangan pekerjaan.
    Ilustrasi pengangguran. Dok. Istimewa/IDN Times

    Persoalan ketenagakerjaan juga terlihat dari jam kerja penduduk. Pada Agustus 2026, sebanyak 62,21 persen penduduk bekerja tercatat sebagai pekerja penuh, yakni mereka yang memiliki jam kerja minimal 35 jam per minggu. Sementara itu, 37,79 persen lainnya merupakan pekerja tidak penuh dengan jam kerja kurang dari 35 jam per minggu. Kelompok ini terbagi menjadi setengah penganggur dan pekerja paruh waktu.

    Tingkat setengah pengangguran di Lampung mencapai 12,10 persen. Artinya, dari setiap 100 penduduk yang bekerja, sekitar 12 orang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, tetapi masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain.

    Angka tersebut meningkat 0,81 poin persentase dibandingkan dengan Agustus 2025. Sebaliknya, tingkat pekerja paruh waktu tercatat sebesar 25,68 persen atau turun 4,64 poin persentase dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Secara keseluruhan, persentase pekerja tidak penuh mengalami penurunan 3,82 poin persentase dibandingkan dengan Agustus 2025. Meski demikian, kenaikan tingkat setengah pengangguran masih menjadi catatan dalam kondisi ketenagakerjaan Lampung.

  3. 3. Pengangguran perempuan dan lulusan SMA lebih tinggi

    Ilustrasi sekelompok perempuan membawa tas belanja dan menikmati kegiatan berbelanja bersama di pusat perbelanjaan.
    ilustrasi sekelompok perempuan berbelanja (freepik.com/Tirachardz)

    Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung pada Agustus 2026 tercatat sebesar 4,01 persen. Angka ini turun 0,20 poin persentase dibandingkan dengan Agustus 2025. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar empat orang yang menganggur. Namun, jika dilihat berdasarkan gender, TPT perempuan justru lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Tingkat pengangguran perempuan mencapai 5,27 persen, sedangkan laki-laki sebesar 3,21 persen.

    Dibandingkan Agustus 2025, TPT laki-laki turun 0,51 poin persentase. Sebaliknya, TPT perempuan meningkat 0,24 poin persentase. Dari sisi pendidikan, lulusan SMA Umum mencatat TPT tertinggi pada Agustus 2026, yakni 7,66 persen. Sebaliknya, kelompok pendidikan SD ke bawah memiliki TPT terendah sebesar 1,18 persen.

    Kenaikan TPT terbesar dibandingkan Agustus 2025 terjadi pada lulusan Diploma I/II/III/Universitas, yakni 0,71 poin persentase. Disusul lulusan SMA umum yang meningkat 0,65 poin persentase.

Related Articles

See More