Bandar Lampung, IDN Times - Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik setelah relatif tenang sejak 2024. Kenaikan aktivitas tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi telah terpantau secara bertahap sejak awal Juni 2026 hingga akhirnya statusnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 2 Juli 2026.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi mengatakan, peningkatan aktivitas diawali munculnya sejumlah indikator vulkanik. Berdasarkan citra satelit Sentinel, emisi gas sulfur dioksida (SO2) mulai terdeteksi pada 1 Juni 2026.
Selanjutnya pada 10 Juni, pengamatan memperlihatkan anomali panas dan titik api di area kawah yang menjadi indikasi aktivitas di permukaan gunung mulai meningkat.
"Sejak 1 Juni 2026 citra satelit Sentinel sudah mendeteksi adanya emisi gas sulfur dioksida (SO2). Kemudian pada 10 Juni mulai terlihat anomali panas dan titik api di kawah, yang menandakan aktivitas di permukaan gunung mulai meningkat," ujarnya dikonfirmasi,
