Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pengelolaan dan Monetisasi Sampah Terintegrasi untuk Pengembangan UMKM
PLN UID Lampung PLN mendorong perempuan untuk semakin mandiri dan produktif dalam mengembangkan usaha. (Dok. PLN UID Lampung).
  • Program TJSL PLN Lampung membina UMKM perempuan melalui pengelolaan dan monetisasi sampah terintegrasi, mencakup peningkatan kualitas produk serta strategi pemasaran digital.
  • Inisiatif ini memberdayakan komunitas emak pengelola sampah di Gang Kelana, menghasilkan tambahan pendapatan sekaligus mengurangi beban sampah ke TPA Bakung.
  • Srikandi PLN menegaskan peran penting perempuan dalam ekonomi keluarga dan komunitas, sambil mengenalkan aplikasi PLN Mobile serta promo tambah daya listrik untuk mendukung produktivitas UMKM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Mendorong penguatan ekonomi perempuan melalui pengelolaan dan monetisasi sampah yang terintegrasi dengan pengembangan UMKM di Lampung penting dilakukan. Untuk itu, pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk bergabung dalam program pembinaan berkelanjutan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung.

Pembinaan melalui gugus tugas Srikandi (Srikandi PLN) ini mencakup peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasaran yang adaptif di era digital.

1. Beri tambahan pendapatan

ilustrasi uang (pexels.com/Ahsanjaya)

Program ini menyasar komunitas emak pengelola sampah di Gang Kelana, yang sebagian juga merupakan pelaku UMKM sebagai motor penggerak ekonomi berbasis komunitas. Berkolaborasi dengan Rumah BUMN Bandar Lampung, penguatan ekonomi turut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kelompok Bank Sampah Emak.id Unit Gang Kelana. Kelompok itu mengelola sampah rumah tangga berbasis komunal.

Sampah yang telah dipilah dikumpulkan, ditimbang, dan diberikan nilai jual, sehingga mampu menghasilkan tambahan pendapatan bagi para Kartini anggota komunitas. Hingga saat ini, tonase sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih kurang kertas 2,5 ton, plastik 4,2 ton, metalik 1,5 ton, serta jelantah 230 kg.

2. Kurangi beban sampah masuk ke TPA

Proses penguraian sampah di TPA Bakung. (IDN Times/Muhaimin)

Capaian ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung. Anik, salah satu peserta kegiatan antusias setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

“Saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Selain mendapatkan informasi tentang kemudahan layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile, serta promo diskon tambah daya listrik yang sangat membantu, kami juga jadi lebih paham bagaimana mengembangkan usaha melalui Rumah BUMN. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami para ibu,” ujar Anik.

3. Perempuan memiliki peran penting menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas

ilustrasi wanita yang memegang tulisan "Girl Power" (Pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Ketua Srikandi PLN, Tarti Mudiani, menegaskan, perempuan memiliki peran penting menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. “Melalui Aksi Srikandi ini, kami ingin mendorong perempuan menjadi pelaku utama ekonomi yang mandiri. Pengelolaan dan monetisasi sampah menjadi langkah konkret dalam menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujar Tarti.

Dalam kegiatan ini, Srikandi PLN juga menggelar sosialisasi pemanfaatan aplikasi PLN Mobile guna mempermudah akses layanan kelistrikan secara digital bagi pelaku usaha. PLN juga menghadirkan program promo tambah daya listrik hingga 50 persen untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM agar lebih produktif dan berdaya saing.

Editorial Team