Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Bandar Lampung: 8 Kelurahan Rentan Ketahanan Pangan
Gedung pemerintah Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
  • Pemerintah Kota Bandar Lampung selesai melakukan pemetaan FSVA 2024
  • Delapan kelurahan di Bandar Lampung dinyatakan rentan terhadap ketahanan pangan
  • Jumlah kelurahan yang rentan meningkat karena perubahan indikator dalam penilaian
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pangan telah menyelesaikan penyusunan, pemutakhiran, dan analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) 2024.

Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo mengatakan berdasarkan hasil pemetaan, tercatat ada delapan kelurahan dinyatakan rentan terhadap ketahanan pangan.

“Penting untuk diingat bahwa ini bukan masalah rawan pangan, melainkan kerentanan terhadap ketahanan pangan,” katanya.

1. Tujuh kelurahan rentan sedang

Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo. (IDN Times/Muhaimin)

Ichwan menjelaskan, tujuh dari delapan kelurahan tersebut berada di prioritas ketiga atau rentan sedang, sementara satu kelurahan masuk dalam prioritas kedua atau agak rentan.

"Kelurahan yang masuk dalam kategori ini antara lain Sukarame II, Panjang Selatan, Karang Maritim, Way Lunik, Bumi Kedamaian, Kedaung, Sukamenanti Baru, Way Gubak (prioritas 2), dan Way Laga," ujarnya.

2. Peningkatan kerentanan

Ilustrasi gambar hujan. (IDN Times/Istimewa)

Menurut Ichwan, jumlah kelurahan yang rentan terhadap ketahanan pangan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Ia menyebut, hal ini disebabkan oleh adanya perubahan indikator dalam penilaian.

“Indikator ketersediaan pangan tidak selalu terikat dengan batas administrasi wilayah. Misalnya, Kedaung masuk kategori agak rentan karena ketersediaan warung di wilayah tersebut minim. Meski begitu, akses ke warung di kelurahan lain mudah dijangkau,” ungkapnya.

Ichwan juga menambahkan, pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar indikator ketersediaan pangan tidak hanya mengacu pada administrasi wilayah, terutama di kota dengan jarak antar-kelurahan yang relatif dekat.

3. Hasil FSVA jadi dasar kebijakan Pemkot

Ilustrasi melamar. (IDN Times/Istimewa)

Pjs Wali Kota Bandar Lampung, Budhi Darmawan, menyambut hasil FSVA 2024 ini sebagai bahan masukan untuk perumusan kebijakan Pemkot ke depan.

“Kita akan menyesuaikan kebijakan berdasarkan hasil ini dan memperbarui indikator agar sesuai dengan kondisi lapangan,” katanya.

Dengan pemutakhiran data ini, diharapkan Pemkot Bandar Lampung dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan warga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team