Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral Bullying Pelajar di Pringsewu, Korban Dipukul hingga Diseret

Viral Bullying Pelajar di Pringsewu, Korban Dipukul hingga Diseret
Tangkap layar video pembulian siswa SMP di Pringsewu. (istimewa)
Intinya Sih
  • Sebuah video viral menunjukkan aksi perundungan pelajar SMP di Pringsewu, Lampung, di mana korban dipukul dan diseret oleh temannya akibat kesalahpahaman ucapan.
  • Keluarga pelaku dan korban sepakat menyelesaikan kasus lewat musyawarah di Balai Pekon Sumberagung dengan melibatkan sekolah, tokoh masyarakat, serta aparat kepolisian.
  • Keluarga pelaku meminta maaf kepada korban dan menanggung biaya pengobatan, sambil berjanji meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pringsewu, IDN Times - Beredar sebuah video kasus perundungan antarpelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Dalam video itu, terlihat korban dipukuli pada bagian wajah, menerima tendangan pada bagian kepala sampai diseret oleh pelaku.

Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora, mengatakan peristiwa itu terjadi di sekitar lingkungan SMPN 1 Ambarawa sekitar pukul 11.45 WIB pada Jumat lalu, 29 Mei 2026.

Menurutnya, insiden melibatkan MAR sebagai korban dan NRA sebagai pelaku. Keduanya masih berstatus pelajar di sekolah yang sama.

"Hasil penelusuran kami, permasalahan ini dipicu kesalahpahaman dan ketersinggungan akibat ucapan korban kepada pelaku saat sejumlah pelajar meminta korban membonceng pelaku untuk pulang bersama," katanya, Minggu (31/5/2026).

Rasa tersinggung tersebut kemudian memicu cekcok hingga berujung aksi kekerasan yang direkam oleh pelajar lain dan menyebar di media sosial.

1. Selesaikan lewat musyawarah

IMG-20260531-WA0005.jpg
Tangkap layar video pembulian siswa SMP di Pringsewu. (istimewa)

Ramon mengungkapkan keluarga pelaku dan korban sepakat menempuh jalur musyawarah melalui mekanisme rembuk pekon dibanding melanjutkan perkara ke ranah hukum.

"Kesepakatan tersebut tercapai dalam mediasi yang difasilitasi aparat dari pekon dan pihak kepolisian," ujarnya.

2. Mediasi melibatkan orangtua, sekolah, hingga tokoh masyarakat

ilustrasi musyawarah (pexels.com/Jopwell)
ilustrasi musyawarah (pexels.com/Jopwell)

Ramon menjelaskan, mediasi digelar di Balai Pekon Sumberagung, pada Sabtu (30/5/2026) sore. Pertemuan itu dihadiri orangtua kedua pelajar, pihak sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur pekon, hingga anggota DPRD.

"Dua pelajar yang berperan dalam penyebaran video, yakni perekam dan pengunggah rekaman ke media sosial, juga ikut dihadirkan dalam proses musyawarah," jelasnya.

Menurut Ramon, langkah tersebut dilakukan untuk meredam polemik yang berkembang di masyarakat sekaligus mencegah dampak yang lebih luas akibat penyebaran video di ruang digital.

"Dalam pertemuan tersebut seluruh pihak sepakat menyelesaikan masalah secara musyawarah dan kekeluargaan. Kami mengapresiasi sikap kedua belah pihak yang memilih jalan damai demi masa depan anak-anak mereka," ucapnya.

3. Keluarga pelaku minta maaf dan tanggung biaya pengobatan

ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama).
ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebagai bagian dari kesepakatan damai, keluarga pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya. Mereka juga berjanji meningkatkan pengawasan terhadap anak agar kejadian serupa tidak terulang.

"Selain itu, keluarga pelaku bersedia menanggung biaya pengobatan korban akibat insiden tersebut," tambah Ramon.

Ramon berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi para pelajar untuk menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan dan lebih bijak menggunakan media sosial.

"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Baik pelaku, korban maupun pelajar lainnya dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini agar lebih dewasa dalam bersikap dan bergaul," tuturnya.

Ia juga mengingatkan para orangtua agar lebih aktif mengawasi pergaulan dan aktivitas anak sebagai upaya mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja maupun perundungan di lingkungan sekolah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Lampung

See More