Mudik Lampung: Kemacetan Tinggi jika Pemudik Datang Waktu Bersamaan

- Tim Kemenkumham dan instansi terkait memantau arus mudik Lebaran 2026 di Lampung, menegaskan kemacetan tinggi terjadi bila kendaraan datang bersamaan meski kapasitas kapal masih mencukupi.
- ASDP dan pemerintah menyiapkan 75 kapal beroperasi 24 jam, pengalihan arus ke pelabuhan alternatif, serta imbauan perjalanan dini hari untuk mengurangi antrean panjang saat puncak mudik dan arus balik.
- Sistem delaying, buffer zone, serta pembelian tiket online diterapkan guna mengatur arus kendaraan; lebih dari 700 personel disiagakan dengan dukungan fasilitas tambahan dan pelabuhan kontinjensi Wika Beton.
Bandar Lampung, IDN Times - Hasil pemantauan Tim Kementerian Hak Asasi Manusia dipimpin Penta Peturun berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Polda Lampung, Kodam XXI/Radin Inten serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni periode arus mudik Lebaran 2026, potensi kemacetan tetap tinggi apabila terjadi penumpukan kendaraan dalam waktu bersamaan.
“Macet besar sering terjadi bukan karena kapal kurang, tetapi karena kendaraan datang bersamaan,” ujar Penta, Jumat (20/3/2026).
1. Kemacetan tetap tinggi apabila pemudik datang waktu bersamaan

Meski secara kapasitas kapal sistem dinilai masih mencukupi, dengan rasio volume terhadap kapasitas (V/C ratio) sebesar 0,67, namun risiko kemacetan tetap tinggi apabila pemudik datang dalam waktu bersamaan. Pola perjalanan keluarga yang cenderung berangkat pada waktu yang sama menjadi faktor utama lonjakan di titik-titik tertentu.
Berdasarkan analisis, terdapat sejumlah periode rawan kepadatan. Pada H-4 hingga H-2, antrean terjadi pada pukul 15.00 hingga 23.00 WIB dengan waktu tunggu 2 jam hingga 4 jam.
Sementara pada puncak mudik H-3, kepadatan terjadi mulai pukul 17.00 hingga 02.00 WIB dengan antrean mencapai 3 jam hingga 5 jam.
2. Prediksi arus balik

Bagaimana dengan prediksi arus balik? Pada H+3 hingga H+6, kepadatan diperkirakan lebih tinggi dengan antrean mencapai 4 jam hingga 6 jam atau lebih. Terutama akibat kombinasi kendaraan pribadi dan logistik.
Untuk menghindari kepadatan, masyarakat disarankan melakukan perjalanan pada dini hari hingga pagi hari, yakni pukul 01.00 hingga 10.00 WIB. Selain itu menghindari perjalanan pada sore hingga malam hari.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP bersama pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan, antara lain pengalihan arus kendaraan ke pelabuhan alternatif. Sepeda motor dan sebagian kendaraan barang dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan, sementara kendaraan logistik besar diarahkan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara.
Selain itu, sebanyak 75 kapal disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam, didukung optimalisasi pola bongkar muat guna meningkatkan frekuensi perjalanan.
3. Penerapan sistem delaying dan buffer zone di sejumlah titik strategis

Pengendalian arus kendaraan juga diperkuat melalui penerapan sistem delaying dan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti Rest Area KM 20B, KM 49B, KM 87B, serta Terminal Agribisnis Gayam. Pada titik tersebut dilakukan penyaringan kendaraan berdasarkan kepemilikan tiket.
ASDP juga menyatakan, tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket maksimal satu hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Ferizy atau kanal resmi lainnya.
4. Pelabuhan alternatif kawasan Wika Beton disiapkan skenario kontinjensi apabila terjadi kepadatan ekstrem

Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 786 personel disiagakan dan didukung oleh TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya. Fasilitas penunjang seperti CCTV, pos kesehatan 24 jam, serta layanan pelanggan juga ditingkatkan.
Sebagai langkah tambahan, pelabuhan alternatif di kawasan Wika Beton turut disiapkan sebagai skenario kontinjensi apabila terjadi kepadatan ekstrem.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pelayanan yang ramah bagi seluruh pengguna jasa, termasuk kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket lebih awal, datang sesuai jadwal, serta mengikuti arahan petugas di lapangan
5. Didominasi kendaraan pribadi

Berdasarkan Rencana Operasional (Renops), jumlah pergerakan selama periode Lebaran 2026 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Total kendaraan diproyeksikan mencapai 319.916 unit, dengan jumlah penumpang sebanyak 108.050 orang dan total perjalanan kapal mencapai 2.481 trip.
Arus mudik tahun ini didominasi kendaraan pribadi, dengan sekitar 172 ribu unit mobil dan lebih dari 100 ribu sepeda motor.


















