air lindi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung Kota Bandar Lampung mencemari pemukiman warga Kelurahan Keteguhan Kecamatan Telukbetung Timur Kota Bandar Lampung. (Dok. WALHI Lampung).
Irfan menjelaskan, kandungan cairan lindi tak hanya berdampak negatif untuk lingkungan. Kandungan cairan lindi juga memberikan dampak buruk pada kesehatan warga sekitar mengonsumsi air mungkin telah terkontaminasi air lindi.
"Air yang baik memiliki logam yang kita butuhkan seperti magnesium, kalium dan kalsium. Sementara dalam air lindi logam yang terkandung justru membahayakan kesehatan seperti timbal, merkuri, kadmium," urainya.
Keracunan timbal imbuh Irfan, akan mengakibatkan gangguan pada otak, ginjal, dan hati. Paparan merkuri dapat mengakibatkan kanker, terganggunya fungsi hati dan sistem saraf. Keracunan kadmium ringan ditandai dengan perut mual, muntah-muntah, diare, luka hati, hingga gagal ginjal.
Selain kandungan logam, air lindi didapati mengandung mikroba parasit seperti kutu air menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Selain itu TPA Bakung juga merupakan tempat pembuangan limbah tinja secara pengelolaan dinilai belum baik dan diduga limbah tinja dibuang melalui pipa juga belum layak yang dapat menjadi sumber-sumber penyakit seperti diare pada anak, virus hepatitis A, dan virus poliomyelitis (polio),
Penyakit lainnya yakni, bakteri berupa vibrio cholerae (kolera), escherichia coli (diare), salmonella typhi (tifus), dan shigella dysenteriae (disentri), Protozoa berupa balatidium coli (diare, disentri), Entamoeba histolyka (disentri amoeba, abses hati), Giardia lambria (diare amuba dan malaabsorpsi). Serta cacing berupa Ancylostoma (penyakit ancylostomasis), Ascaris lumbricoides (ascariasis) Shistosoma japanicum (schistosomiamis), Taenia saginata (taeniasis), Taenia solium (taeniasis), dan Tricuris tri chiura (trichuriasis). Dan juga Tempat vektor penyakit : nyamuk, lalat, dan kecoa.