Lampung Timur Mengaji: 100 Kali Khatam Quran Serentak di 24 Kecamatan

- Pemkab Lampung Timur menggelar acara 'Lampung Timur Mengaji' dengan 100 kali khataman Al-Qur’an serentak di 24 kecamatan untuk memperingati Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah.
- Bupati Ela Siti Nuryamah menekankan pentingnya memahami makna Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan simbol kekompakan masyarakat dalam kegiatan religius ini.
- Menjelang Idul Fitri, Bupati menyampaikan pesan kesetaraan, kebersamaan, serta permohonan maaf kepada masyarakat agar momentum ini memperkuat persatuan di Bumi Tuwah Bepadan.
Lampung Timur, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur menggelar kegiatan religius bertajuk "Lampung Timur Mengaji" berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini berhasil mencatatkan 100 kali khataman Alquran secara serentak, Selasa (10/3/2026).
Acara dipusatkan di Masjid Baiturrahman Islamic Center, Kecamatan Sukadana ini digelar dalam rangka memperingati momen Nuzulul Quran 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Azwar Hadi, Ketua DPRD Rida Rotul Aliyah, serta unsur Forkopimda dan jajaran OPD.
1. Bupati: Alquran bukan sekadar dibaca, tapi dipahami

Tak hanya terpusat di Sukadana, kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh seluruh camat dan masyarakat di 24 kecamatan se-Lampung Timur. Khataman Alquran dilakukan secara serentak ini menjadi simbol kekompakan dan semangat religius masyarakat.
Bupati Ela menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang berpartisipasi hingga tercapai 100 kali khataman.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menghadirkan kurang lebih 100 kali khataman bersama 24 kecamatan,” ujarnya dimintai keterangan.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, bukan sekadar bacaan ritual. "Memahami isi Alquran dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan hidup, termasuk saat seseorang merasa goyah atau kehilangan kepercayaan diri," lanjutnya.
2. Pesan kesetaraan dan kebersamaan

Ela turut mengingatkan, dihadapan Allah SWT, semua manusia memiliki kedudukan yang sama. Oleh karenanya, ia berpesan agar momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Di masjid ini kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Tidak terlihat siapa yang menjabat dan siapa yang tidak,” ucap dia.
3. Ajang saling memaafkan jelang lebaran

Menjelang Idul Fitri 2026, Ela turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika selama menjalankan pemerintahan masih terdapat kekurangan. Ia berharap momentum Nuzulul Quran ini dapat memperkuat persatuan masyarakat di Bumi Tuwah Bepadan.
"Dengan memahami Alquran, umat Muslim bisa menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan,” imbuhnya.
Diketahui, kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang dinilai sebagai syiar Islam yang luar biasa. Melalui Lampung Timur Mengaji, pemerintah daerah setempat berharap nilai-nilai Alquran semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari.


















