Lampung Dilanda Kemarau Basah, BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

- Fenomena kemarau basah merata terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung
- Kondisi dipicu oleh fenomena La-Nina yang membawa uap air ke Indonesia, memicu pertumbuhan awan hujan
- Kemarau basah diperkirakan intens terjadi hingga akhir September 2024, berdampak positif dan negatif bagi masyarakat
Pesawaran, IDN Times - Sebagian besar wilayah di Tanah Air tengah mengalami fenomena iklim "kamarau basah" atau kondisi cuaca hujan di tengah musim kemarau. Termasuk di wilayah Provinsi Lampung.
Kepala Stasiun Klimatologi Lampung, Indra Purna mengatakan, fenomena kemarau basah ini merata terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung. Kondisi ini disebut normal dan wajar terjadi karena dipicu fenomena La-Nina.
"Musim kemarau tahun ini kita sebut sebagai 'kemarau basah', karena potensi curah hujan masih besar kemungkinan terjadi akibat faktor La-Nina. Kamarau basah merata di sebagian besar Provinsi Lampung," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (16/7/2024).
1. Sebagian besar wilayah Lampung potensi cuaca ekstrem

Lebih lanjut Indra menjelaskan, fenomena La-Nina terjadi cenderung membawa uap air ke wilayah Indonesia, termasuk Lampung. Kondisi ini biasanya memicu suhu muka laut di perairan Indonesia cenderung menghangat.
Akibatnya, banyak terjadi massa uap air yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan, hingga menyebabkan kondisi turun hujan.
"Kondisi ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrim terjadinya dalam lingkup kecil atau skala lokal, tetapi terjadi di sebagian besar Provinsi Lampung," terangnya.
2. Diperkirakan berlangsung hingga September 2024 atau bisa terus berlanjut

Lebih lanjut Indra menyampaikan, iklim kemarau basah melanda Provinsi Lampung diperkirakan bakal intens terjadi pada periode kemarau tepatnya hingga akhir September 2024. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan cuaca serupa terus terjadi hingga periode musim hujan.
"Sampai saat ini, kondisi demikian masih terus kami lakukan monitoring perkembangannya," kata dia.
3. Imbauan warga tetap waspada cuaca ekstrem

Indra menambahkan, kondisi cuaca seperti ini tentunya menghadirkan dampak positif dan negatif di tengah-tengah masyarakat. Positifnya, masyarakat bergerak di sektor pertanian dapat terus berjalan, sementara dampak negatif berpotensi memicu bencana akibat cuaca ekstrim seperti banjir hingga angin kencang.
Oleh karenanya, ia turut mengimbau kepada seluruh masyarakat di Provinsi Lampung untuk selalu waspada dan melakukan antisipasi dini.
"Tentu, masih perlu kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrologi akibat cuaca ekstrem, terutama di daerah perkotaan biasanya akibat drainase kurang baik," tandasnya.



















