Bupati Lamtim Respons SD Viral Rusak, Revitalisasi Diusulkan Tahun Ini

- Bupati Lampung Timur Ela Siti Nurmayah menyatakan SDN 2 Taman Endah di Purbolinggo telah diusulkan untuk revitalisasi pada tahun ini.
- Sekolah tersebut terakhir direvitalisasi pada 2020, sementara kerusakan parah pada atap, plafon, rangka kayu, kusen, dan pintu viral di media sosial.
- Kerusakan yang terjadi sejak 2024 membuat siswa belajar dua shift, sedangkan ruang guru dialihfungsikan menjadi kelas setelah ruang rusak tidak digunakan.
Lampung Timur, IDN Times – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nurmayah memastikan SD Negeri 2 Taman Endah, Kecamatan Purbolinggo, bakal mendapatkan revitalisasi setelah kondisi bangunan sekolah tersebut viral di media sosial karena mengalami kerusakan parah.
Ela mengatakan, pemerintah daerah telah mengusulkan perbaikan sekolah tersebut agar dapat direvitalisasi pada tahun ini. "Tahun ini masuk dalam usulan revitalisasi (perbaikan)," katanya saat dihubungi, Kamis (30/7/2026).
1. Terakhir direvitalisasi 2020

Ela menyatakan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Lampung Timur, SDN 2 Taman Endah terakhir kali mendapatkan revitalisasi pada 2020.
Artinya, sudah sekitar enam tahun tidak ada perbaikan besar pada bangunan sekolah tersebut. "Dicek di data dari Dinas Pendidikan, terakhir revitalisasi tahun 2020," ujarnya.
2. Kerusakan viral, atap hingga plafon ambruk

Kondisi SDN 2 Taman Endah diketahui menjadi sorotan setelah video kerusakan bangunan beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat atap dan plafon sejumlah ruang kelas ambruk, sementara rangka kayu, kusen, serta pintu mengalami pelapukan parah akibat usia bangunan.
Bahkan, salah satu bangunan mengalami keruntuhan pada bagian atap sehingga dinding bagian atas terbuka. Cat dinding juga mengelupas, sedangkan plafon di teras dan ruang kelas jebol.
3. Siswa belajar bergantian, ruang guru dijadikan kelas

Kepala SDN 2 Taman Endah, Suharni, mengatakan kerusakan bangunan telah terjadi sejak 2024. Karena keterbatasan ruang, sekolah terpaksa menerapkan sistem belajar dua shift.
Selain itu, ruang guru dialihfungsikan menjadi ruang kelas agar proses belajar mengajar tetap berlangsung.
"Ruang kelas ini setelah viral sudah enggak dipakai lagi. Akhirnya anak-anak belajarnya dibuat shift-shift-an. Ruang kantor juga dipakai untuk kelas," jelas Suharni.



















