Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konflik Lahan di Anak Tuha, Akademisi Unila Dorong Dialog dan Persuasif
Rekaman video dugaan aksi pengrusakan lingkungan kantor PT BSA, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah. (Dok. Istimewa).

  • Akademisi Unila mendorong konflik pendudukan lahan di perkebunan PT BSA, Anak Tuha, diselesaikan lewat dialog, komunikasi baik, dan sikap saling menahan diri.
  • Tokoh masyarakat serta tokoh adat dinilai perlu dilibatkan untuk memperluas ruang komunikasi, membahas persoalan terbuka, dan mencegah gangguan keamanan maupun ketertiban.
  • Masyarakat diminta memverifikasi informasi agar tak terprovokasi, sementara tindakan anarkis atau pelanggaran hukum tetap diproses sesuai aturan demi menjaga kondusivitas dan aktivitas ekonomi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Tengah, IDN Times - Konflik aksi pendudukan lahan di area perkebunan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah diharapkan segera diselesaikan melalui dialog dan pendekatan persuasif.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila), Dr Usep Syaipudin mengatakan, seluruh pihak terlibat dalam konflik untuk sama-sama menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi dapat memicu emosi maupun tindakan anarkis.

"Penyelesaian persoalan lahan tersebut membutuhkan komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait. Harus saling menahan diri, karena kekerasan tidak menyelesaikan masalah dan justru merugikan masyarakat,” ujar Usep, Jumat (14/8/2026).

1. Pelibatan tokoh masyarakat dan adat

Warga tiga kampung di Kecamatan Anak Tuha menggelar aksi demontrasi. (Dok. LBH Bandar Lampung).

Usep menyebutkan, proses penyelesaian persoalan di Anak Tuha tidak hanya mengandalkan satu pihak. Berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh adat perlu dilibatkan dalam membangun komunikasi serta mencari solusi.

Menurutnya, keterlibatan unsur masyarakat dapat membantu membuka ruang dialog lebih luas sehingga setiap persoalan yang muncul dapat dibahas secara terbuka.

“Komunikasi yang baik diperlukan agar setiap persoalan yang muncul dapat dibahas secara terbuka dan dicari solusi terbaik. Pendekatan ini penting, agar penyelesaian konflik tidak berujung pada tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Akademisi Unila.

2. Masyarakat diminta tak terprovokasi

konflik agraria antara tiga kampung di Kecamatan Anak Tuha dengan perusahaan kelapa sawit PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Rabu (12/8/2026). (Dok. Polres Lamteng).

Usep pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang berpotensi memicu emosi. “Masyarakat perlu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, agar jangan terprovokasi dan melakukan tindakan anarki,” ujarnya.

Masyarakat perlu memastikan informasi yang diterima sebelum mengambil tindakan. "Terutama informasi yang berpotensi memperkeruh situasi di lapangan," lanjut dia

3. Tindakan anarkis tetap diproses hukum

Rekaman video dugaan aksi pengrusakan lingkungan kantor PT BSA, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah. (Dok. Istimewa).

Meski mendorong penyelesaian melalui dialog, Usep menegaskan tindakan mengarah pada pelanggaran hukum tetap harus ditindak sesuai ketentuan. Menurutnya, apabila dalam perkembangan konflik ditemukan tindakan anarkis seperti perusakan dan terdapat bukti pelanggaran hukum, aparat penegak hukum perlu melakukan proses sesuai aturan berlaku.

Selain itu, ia mengingatkan, upaya menjaga keamanan dan stabilitas merupakan tanggung jawab bersama. Kondisi kondusif disebut diperlukan, agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.

“Kita harus menjaga kondusivitas dan iklim investasi di Provinsi Lampung, karena ini merupakan tugas kita bersama," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article