Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kondisi Perairan Lampung 27 September 2026, Cek Tinggi Gelombang

Bandar Lampung
2 min read
Kondisi Perairan Lampung 27 September 2026, Cek Tinggi Gelombang
ilustrasi gelombang besar (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)
  • BMKG Maritim Lampung memperkirakan gelombang hingga 3,4 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan pada 27 September 2026.
  • Di Perairan Barat Lampung, gelombang tertinggi diprediksi pukul 10.00–16.00 WIB, dengan angin Tenggara–Selatan hingga maksimum 23 knot.
  • Teluk Lampung mengalami kenaikan gelombang dari kategori rendah ke sedang; bagian utara mencapai 2,2 meter malam hari, sedangkan selatan sekitar 1,7 meter pukul 22.00 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung berdasarkan data BMKG Maritim Lampung yang berlaku 25–28 September 2026, kondisi perairan Lampung, Minggu (27/9/2026) perlu mendapat perhatian. Itu karena, gelombang tinggi diprakirakan terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung hingga sekitar 3,4 meter.

Sedangkan perairan Teluk Lampung relatif lebih rendah tetapi gelombangnya meningkat hingga kategori sedang. Secara umum, BMKG memprakirakan angin di perairan Lampung bergerak dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan 2–20 knot.

Angin paling kuat diprakirakan berada di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung. Berikut IDN Times sajikan prakiraan kondisi perairan Lampung hari ini.

  1. 1. Perairan Barat Lampung jadi titik paling perlu diperhatikan

    ilustrasi gelombang laut biru (pexel.com/pixabay)
    ilustrasi gelombang laut biru (pexel.com/pixabay)

    Di Perairan Barat Lampung, gelombang meningkat dari sekitar 2,5 meter pada dini hari menjadi 3,3 meter pukul 07.00 WIB, kemudian mencapai 3,4 meter pada pukul 10.00–16.00 WIB.

    Angin bergerak dari Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan sekitar 10–12 knot dan angin maksimum dapat mencapai 23 knot. Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran dan nelayan perlu memperhatikan perkembangan gelombang.

  2. 2. Perairan Selat Sunda Selatan

    Ilustrasi gelombang angin (freepik.com/wirestock)
    Ilustrasi gelombang angin (freepik.com/wirestock)

    Kondisi serupa terjadi di Selat Sunda Selatan Lampung. Gelombang diprakirakan naik dari 2,5 meter pukul 01.00 WIB menjadi 2,9 meter pukul 04.00 WIB, lalu mencapai 3,4 meter sekitar pukul 10.00–13.00 WIB. Pada sore hingga malam, gelombang masih berada di sekitar 3,3 meter.

    Dengan demikian, periode pagi hingga sore menjadi salah satu waktu yang perlu diperhatikan, khususnya bagi kapal kecil dan aktivitas nelayan di wilayah perairan terbuka.

  3. 3. Teluk Lampung lebih rendah, tetapi gelombang meningkat

    ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Soly Moses)
    ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Soly Moses)

    Kondisi Teluk Lampung relatif lebih terlindung dibandingkan perairan barat dan selatan. Di Teluk Lampung bagian utara, gelombang diprakirakan sekitar 1,1 meter pada dini hari, meningkat menjadi 1,5 meter pukul 07.00 WIB, kemudian mencapai 1,9 meter pada siang hingga sore dan sekitar 2,2 meter pada malam hari. Kategorinya berubah dari rendah menjadi sedang.

    Sementara itu, Teluk Lampung bagian selatan memiliki gelombang sekitar 0,8–1,1 meter pada dini hari. Kemudian meningkat menjadi 1,3 meter siang hari, 1,4–1,5 meter sore hingga malam, dan mencapai sekitar 1,7 meter pukul 22.00 WIB.

    4. Kondisi perairan Lampung

    Wilayah Perairan

    Cuaca

    Angin

    Tinggi Gelombang 27 Sep

    Kategori

    Perairan Barat Lampung

    Kabut/udara kabur–berawan

    Tenggara–Selatan, 10–12 knot

    2,5–3,4 m

    Tinggi

    Selat Sunda Selatan Lampung

    Udara kabur–berawan tebal/cerah berawan

    Tenggara–Timur, 8–12 knot

    2,5–3,4 m

    Tinggi

    Teluk Lampung Bagian Utara

    Kabut–berawan tebal/cerah berawan

    Tenggara–Barat Laut, 6–7 knot

    1,1–2,2 m

    Rendah–Sedang

    Teluk Lampung Bagian Selatan

    Cerah berawan–berawan tebal

    Tenggara–Utara, 6–11 knot

    0,8–1,7 m

    Rendah–Sedang

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More