Operasi Antik Krakatau 2026, Polda Lampung Sita 85,9 Kg Sabu

Polda Lampung mengungkap 378 kasus narkoba dan menetapkan 529 tersangka selama Operasi Antik Krakatau 2026 pada 14–27 September.
Polisi menyita 85,9 kilogram sabu, narkoba jenis lain, uang tunai Rp67,781 juta, lima mobil, dan 27 sepeda motor.
Nilai ekonomis seluruh barang bukti mencapai Rp158,8 miliar; 81 target orang dan 81 target tempat operasi berhasil diungkap seluruhnya.
Lampung Selatan, IDN Times — Polda Lampung menyita 85,9 kilogram sabu dalam Operasi Antik Krakatau 2026 yang digelar selama 14 hari. Selain sabu, polisi turut mengamankan sejumlah jenis narkoba lain serta kendaraan yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Kapolda Lampung, Irjen Helfi Assegaf mengatakan, selama operasi pada 14–27 September 2026, pihaknya mengungkap 378 kasus dengan 529 tersangka.
"Dari hasil pelaksanaan Operasi Antik Krakatau-2026 diperoleh hasil sebanyak 378 kasus dan 529 tersangka," kata Helfi dalam konferensi pers, Senin (28/9/2026).
1. Polisi amankan puluhan kilogram barang bukti narkoba

Konfrensi pers di Polda Lampung. (IDN Times/Muhaimin) Helfi mengungkapkan, dari ratusan kasus tersebut, polisi mengamankan 85.916,44 gram atau sekitar 85,9 kilogram sabu.
Selain sabu, barang bukti lainnya berupa 49,34 gram ganja dan delapan batang pohon ganja, 274 butir ekstasi ditambah 2,37 gram, serta 309 butir obat-obatan tertentu. Personel juga menyita 462,9 gram tembakau sintetis dan 1.309 pcs etomidate.
"Kami juga turut mengamankan uang tunai 67,781 juta, lima unit kendaraan roda empat dan 27 unit kendaraan roda dua," jelas Helfi.
2. Nilai ekonomis barang bukti Rp158,8 miliar

Konfrensi pers di Polda Lampung. (IDN Times/Muhaimin) Helfi mengatakan, jika seluruh barang bukti yang disita dihitung secara ekonomis, nilainya mencapai Rp158.837.902.000.
Menurutnya, jumlah barang bukti narkoba yang berhasil disita dalam operasi tersebut diperkirakan dapat mencegah peredaran narkoba kepada masyarakat dalam jumlah besar.
"Polda Lampung mencatat barang bukti tersebut setara dengan upaya penyelamatan sekitar 432.353 jiwa," ucapnya.
3. Sebanyak 81 target operasi berhasil diungkap

Kapolda Lampung, Irene Pol. Helfi Assegaf saat konfrensi pers di Polda Lampung. (IDN Times/Muhaimin) Selain mengungkap 378 kasus, polisi juga menyelesaikan seluruh target operasi (TO) yang telah ditetapkan. Helfi menyebut, terdapat 81 TO orang yang berhasil diungkap atau mencapai 100 persen.
Sementara itu, pengungkapan non-TO mencapai 448 orang. "Untuk target operasi tempat, kami mengungkapkan 81 tempat atau 100 persen, ditambah 297 tempat non-TO," jelasnya.
Helfi menegaskan, penindakan terhadap peredaran narkoba di Lampung tidak berhenti melalui Operasi Antik Krakatau 2026. "Polda Lampung akan terus melakukan tindakan preemtif, preventif dan represif untuk mencegah dan melakukan penegakan hukum kepada para pelaku tindak pidana khususnya tindak pidana narkoba," katanya.
Ia juga meminta masyarakat waspada terhadap peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal dan segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba. Laporan dapat disampaikan melalui layanan kepolisian 110 maupun aplikasi Siger Presisi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















