Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hendak Perbaiki CCTV Gunung Anak Krakatau, Aki Pemantauan Malah Hilang

Kab. Lampung Selatan
2 min read
Hendak Perbaiki CCTV Gunung Anak Krakatau, Aki Pemantauan Malah Hilang
Alat pamantau GAK yang hilang. (Dok. Menara pengawas GAK)
  • Tim yang memperbaiki CCTV pemantauan Gunung Anak Krakatau menemukan sejumlah aki perangkat hilang saat pengecekan di lokasi.

  • Kepala Pos Pantau GAK Suwarno belum memastikan waktu, pelaku, dan jumlah aki hilang; informasi awal menyebut terdapat delapan titik perangkat pemantauan.

  • Verifikasi kondisi perangkat masih menunggu laporan tim lapangan karena komunikasi terkendala jaringan telekomunikasi yang terbatas di kawasan GAK.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times — Petugas rencananya memperbaiki peralatan pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) malah menemukan persoalan lain. Tim yang datang ke kawasan GAK untuk mengecek CCTV yang rusak mendapati sejumlah aki pada perangkat pemantauan sudah hilang.

Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan adanya temuan tersebut. Namun, ia belum mengetahui secara pasti jumlah aki yang hilang karena masih menunggu laporan dari tim di lapangan.

"Benar, katanya ada aki yang hilang. Tapi saya belum konfirmasi sama yang di lapangan," katanya, Senin (28/9/2026).

  1. 1. Aki diketahui hilang saat tim mengecek CCTV

    ilustrasi aki motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)
    ilustrasi aki motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)

    Suwarno mengatakan, tim berada di kawasan GAK untuk memperbaiki sejumlah peralatan pemantauan yang mengalami gangguan, termasuk CCTV.

    Saat dilakukan pengecekan, petugas mendapati aki yang menjadi bagian dari perangkat tersebut sudah tidak berada di lokasi.

    "Iya, untuk memperbaiki alat di sana. Kan gak jalan itu. Rencananya mau perbaikan, pas dilihat malah aki-akinya pada hilang," ujarnya.

    Temuan tersebut membuat petugas perlu memastikan kembali kondisi seluruh perangkat sebelum perbaikan dapat dilakukan.

  2. 2. Belum diketahui kapan aki tersebut hilang

    Asap yang dapat menggangu saluran pernapasan
    Gunung anak Krakatau yang sedang erupsi

    Hingga kini belum diketahui kapan aki-aki tersebut hilang maupun siapa yang mengambilnya.

    Suwarno menduga kehilangan baru diketahui setelah tim kembali melakukan pengecekan ke kawasan GAK setelah aktivitas erupsi.

    "Ya mungkin (hilangnya) habis erupsi, gak tahu siapa yang ke situ ya mungkin karena sudah reda ada yang ke sana," katanya.

    Mengenai jumlah aki yang hilang, Suwarno mengatakan informasi sementara menyebut ada delapan titik perangkat pemantauan.

    Namun, belum dapat dipastikan apakah aki di seluruh titik tersebut hilang atau hanya sebagian.

    "Katanya sih ada delapan. Entah yang hilangnya atau semuanya yang delapan-delapannya itu atau yang sebagian," ungkapnya.

  3. 3. Sinyal di lokasi jadi kendala komunikasi

    Ilustrasi sinyal WIFI yang normal atau lancar
    Ilustrasi sinyal WIFI yang normal atau lancar. (unsplash.com/Praveen kumar Mathivanan

    Suwarno masih menunggu laporan dari tim yang berada di kawasan GAK untuk memastikan jumlah aki dan kondisi perangkat pemantauan.

    Komunikasi dengan petugas di lokasi juga tidak mudah karena jaringan telekomunikasi di sekitar kawasan tersebut terbatas.

    "Belum. Saya belum konfirmasi karena diteleponin sama saya mungkin karena ada di laut atau di mana, ini kan susah sinyal di sana," jelasnya.

    Suwarnomenyebut informasi mengenai hilangnya aki kemungkinan sudah diketahui pihak terkait di pusat. Namun, belum diketahui siapa pihak yang mengambil perangkat tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More