Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kondisi Perairan Lampung 17 September 2026, Waspada Gelombang Tinggi
Ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/George Desipris)
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Lampung pada 17 September pukul 07.00 hingga 20 September 2026 pukul 07.00 WIB.
  • Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan berpotensi mengalami gelombang sekitar 3,1-3,2 meter, dengan angin terkuat juga terpantau di sejumlah perairan barat dan selatan.
  • Perairan Timur Lampung relatif tenang dengan gelombang sekitar 0,6 meter, namun nelayan, kapal kecil, wisatawan bahari, dan pelayaran diminta memantau cuaca serta kondisi aktual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Kamis (17/9/2026) berdasarkan data BMKG Maritim dan BMKG Lampung perlu mendapat perhatian. Itu karena, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk sejumlah wilayah perairan.

Peringatan tersebut berlaku mulai 17 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 20 September 2026 pukul 07.00 WIB. BMKG mencatat, terdapat dua wilayah perairan Lampung masuk kategori gelombang tinggi dengan tinggi gelombang sekitar 2,5 hingga 4 meter.

Perairan Barat Lampung diprakirakan dapat mengalami gelombang hingga sekitar 3,1 meter. Sedangkan Selat Sunda Selatan Lampung mencapai sekitar 3,2 meter.

Sebaliknya, Perairan Timur Lampung bagian Utara relatif lebih tenang dengan gelombang sekitar 0,6 meter pada sejumlah periode. Angin di kawasan tersebut diprakirakan sekitar 6-10 knot dengan potensi hembusan sesaat hingga 14-18 knot.

Pola angin di wilayah perairan Lampung pada periode tersebut secara umum bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 2-20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, dan Perairan Teluk Lampung bagian Selatan

Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.

1. Perairan Barat Lampung

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele)

Perairan Barat Lampung menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian pada 17 September. Data terbaru BMKG menunjukkan wilayah ini berpotensi mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai sekitar 3,1 meter.

Gelombang di atas 3 meter perlu diwaspadai terutama oleh nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil, kapal wisata, serta masyarakat yang melakukan aktivitas di laut terbuka.

Kondisi perairan barat Lampung juga dipengaruhi posisi wilayah yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Gelombang dari laut terbuka dapat berkembang lebih besar dibandingkan wilayah perairan yang relatif terlindung.

2. Selat Sunda Selatan Lampung

ilustrasi gelombang tinggi (commons.wikimedia.org/Luis Ascenso)

Selat Sunda Selatan Lampung juga menjadi wilayah yang perlu diwaspadai. BMKG mencatat potensi gelombang mencapai sekitar 3,2 meter di kawasan ini. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Selat Sunda merupakan salah satu jalur pelayaran penting yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra.

Aktivitas kapal penyeberangan, kapal nelayan, kapal wisata, maupun kapal lainnya perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan gelombang terbaru sebelum berlayar. Khusus pengguna jasa penyeberangan, kondisi gelombang tidak selalu berarti pelayaran akan dihentikan.

Keputusan operasional tetap bergantung pada kondisi aktual di lapangan dan keputusan otoritas pelabuhan maupun operator.

3. Teluk Lampung bagian Selatan

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник)

Perairan Teluk Lampung bagian Selatan juga menjadi salah satu kawasan dengan kondisi yang perlu diperhatikan. BMKG memasukkan wilayah tersebut dalam area dengan angin relatif lebih kuat pada periode peringatan.

Meski Teluk Lampung secara geografis lebih terlindung dibandingkan perairan yang langsung menghadap Samudra Hindia, perubahan arah dan kecepatan angin tetap dapat memengaruhi tinggi gelombang.

Karena itu, nelayan dan pengguna perahu kecil tetap perlu memperhatikan perkembangan prakiraan maritim sebelum melakukan aktivitas di wilayah tersebut.

4. Perairan Timur Lampung

ilustrasi gelombang laut (unsplash.com/splashabout)

Kondisi di Perairan Timur Lampung cenderung lebih tenang dibandingkan wilayah barat dan selatan. Data BMKG untuk Perairan Timur Lampung bagian Utara menunjukkan gelombang berada pada kategori rendah, sekitar 0,6 meter pada sejumlah periode 17 September.

Angin diprakirakan berada di kisaran 6-10 knot, meskipun terdapat potensi hembusan sesaat yang dapat mencapai sekitar 14-18 knot.

Dengan kondisi tersebut, perairan timur secara umum lebih kondusif dibandingkan perairan barat Lampung dan Selat Sunda Selatan. Namun, kondisi laut tetap dapat berubah mengikuti perkembangan angin.

5. Imbauan untuk nelayan dan aktivitas laut

Ilustrasi berlayar (Pexels.com/Mike Bird)

Adanya potensi gelombang hingga 2,5-4 meter di sejumlah kawasan, nelayan pengguna kapal kecil perlu meningkatkan kewaspadaan sebelum melaut. Nelayan kapal kecil, kapal wisata, dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut terbuka perlu lebih waspada, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan.

Selain tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin juga menjadi faktor penting. Angin yang menguat dapat menyebabkan kondisi laut berubah lebih cepat dan meningkatkan risiko bagi kapal berukuran kecil.

Masyarakat yang hendak melakukan aktivitas wisata bahari juga sebaiknya memperhatikan informasi BMKG serta arahan petugas setempat. Untuk pelayaran, keputusan keberangkatan tetap harus mempertimbangkan kondisi aktual di pelabuhan dan jalur yang akan dilalui.

Curated For You

Editorial Team

Related Article