KLH Soroti TPA Lampung Ada Masih Gunakan Open Dumping

- Gubernur Lampung menyoroti produksi sampah mencapai 4.700 ton per hari dan menekankan perlunya solusi cepat, terutama di wilayah padat seperti Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pesawaran.
- Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendukung program Indonesia Bersih 100 persen dengan memperkuat koordinasi lintas daerah serta menjadikan pengelolaan sampah sebagai isu strategis bagi kesehatan dan lingkungan.
- KLH mendampingi Lampung meningkatkan pengelolaan sampah melalui program konversi sampah jadi energi listrik dan perbaikan TPA dari sistem open dumping menuju controlled landfill secara bertahap.
Bandar Lampung, IDN Times - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyatakan, jumlah penduduk provinsi setempat sekitar 9,5 juta jiwa. Jika mengacu produksi sampah di Lampung mencapai sekitar 4.700 ton per hari.
Bahkan, khusus di Kota Bandar Lampung, volume sampah mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Merujuk hal itu, ia menyoroti pentingnya solusi pengolahan sampah.
“Kondisi ini harus segera disolusikan, terutama di daerah padat seperti Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pesawaran,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
1. Bisa berdampak ke pariwisata Lampung

Mirza juga menyoroti sektor pariwisata dengan persoalan sampah. Jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung 2024 mencapai 19 juta orang. Lalu meningkat menjadi 26 juta pada 2025 serta diproyeksikan mencapai 30 juta pada 2026.
“Jika tidak dikelola dengan baik, persoalan sampah akan berdampak negatif terhadap pariwisata, yang merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi utama,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menekankan pentingnya tindak lanjut konkret seperti penyusunan agenda aksi bersama, penguatan koordinasi lintas daerah, serta pemetaan titik-titik permasalahan sampah. “Target kita jelas, pengurangan dan penanganan sampah di Provinsi Lampung harus semakin baik ke depan,” tegasnya.
2. Dukung program Indonesia Bersih 100 Persen

Gubernur Lampung juga menyampaikan komitmen mendukung penuh program Indonesia Bersih 100 persen dengan berkolaborasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Menurutnya, pengelolaan sampah tidak lagi sekadar persoalan kebersihan, tetapi telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, tata kelola pemerintahan, hingga masa depan generasi.
Ia menegaskan, kebersihan merupakan cerminan kemajuan suatu daerah. “Tidak ada peradaban yang maju tanpa didukung lingkungan yang bersih dan pengelolaan sampah yang baik,” ujarnya.
3. KLH soroti pengolahan sampah di Bandar Lampung

Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan mendapat mandat untuk mendampingi Provinsi Lampung dalam meningkatkan pengelolaan sampah di seluruh kabupaten/kota. Ia menyebutkan, setiap daerah memiliki karakteristik berbeda sehingga diperlukan pemetaan khusus dalam penanganannya.
“Saya optimistis, dengan semangat para kepala daerah, pengelolaan sampah di Lampung dapat berjalan lebih baik menuju Indonesia Bersih 100 persen,” ujarnya.
Terkait pengelolaan sampah di Kota Bandar Lampung, Rosa mengatakan saat ini sedang dikembangkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik yang melibatkan beberapa daerah, termasuk Lampung Timur dan Lampung Selatan.
Selain itu, KLH juga mendorong perbaikan sistem tempat pembuangan akhir (TPA), minimal dengan metode controlled landfill, serta penguatan pengelolaan sampah dari hulu.
4. TPA di Lampung ada masih open dumping

Vivien menjelekasna, pendanaan pengelolaan sampah, lanjutnya, tidak hanya bersumber dari APBD, tetapi juga dapat melibatkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami akan membantu mendorong perusahaan-perusahaan di Lampung agar berkontribusi melalui program CSR dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.
Terkait kondisi saat ini, Rosa mengakui pengelolaan sampah di Lampung masih beragam. Sebagian TPA masih menggunakan sistem open dumping, sementara lainnya sudah mulai beralih ke controlled landfill.
“Ke depan, yang masih open dumping diharapkan dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi controlled landfill,” ujarnya


















