Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inovasi Itera Ubah Ampas Tebu jadi Solusi Air Bersih di Tarahan

Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Itera manfaatkan limbah ampas tebu sebagai bahan baku penjernih air untuk membantu mengatasi persoalan kualitas air di Desa Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan
Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Itera manfaatkan limbah ampas tebu sebagai bahan baku penjernih air untuk membantu mengatasi persoalan kualitas air di Desa Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan (Dok.Itera)
Intinya sih...
  • Ampas tebu dimanfaatkan sebagai solusi penjernihan air sederhana
  • Edukasi dan praktik langsung melibatkan dosen serta mahasiswa Itera
  • Jadi dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times – Persoalan kualitas air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pesisir Lampung, termasuk Desa Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan. Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Sumatera (Itera) menghadirkan inovasi sederhana dengan memanfaatkan limbah ampas tebu sebagai bahan baku penjernih air ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Program PkM ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai M Akbari Danasla, bersama dosen Alio Jasipto, La Ode Arham, Deni Mildan, Rully Ernando, Tiorivaldi, Alfath Zain, dan Divia Lestari. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Faqih Ananda Putra, Dicky Ferdiansyah, Sherly Dwi Septikasari, Asti Pricillia Safitri, serta Bharadipa Wirapati Jimbaran.

1. Ampas tebu dimanfaatkan sebagai solusi penjernihan air sederhana

ilustrasi air bersih (pexels.com/Jens John)sson)
ilustrasi air bersih (pexels.com/Jens John)sson)

M Akbari Danasla menjelaskan, inovasi ini disosialisasikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Dari Limbah Jadi Berkah: Pemanfaatan Ampas Tebu sebagai Bahan Baku dalam Penjernihan Air” yang digelar di Balai Desa Tarahan beberapa waktu lalu. Program tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan solusi air bersih, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola limbah secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, tim yang melibatkan dosen dan mahasiswa Teknik Pertambangan Itera memberikan edukasi sekaligus praktik pembuatan filter air berbahan dasar limbah ampas tebu.

2. Masyarakat dapat mengolah air keruh dan berkapur dengan teknologi yang mudah diterapkan

ilustrasi air bersih. (pixabay.com/JonasKIM)
ilustrasi air bersih. (pixabay.com/JonasKIM)

Menurut Akbari, berdasarkan hasil analisis awal, sejumlah titik sampel air di wilayah tersebut mengandung zat kapur melebihi ambang batas aman serta memiliki tingkat kekeruhan tinggi akibat kandungan Total Suspended Solids (TSS). Kondisi itu berpotensi berdampak pada kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kesuburan tanah.

“Melalui pemanfaatan ampas tebu sebagai media filter sederhana, masyarakat dapat mengolah air keruh dan berkapur dengan teknologi yang mudah diterapkan, murah, dan ramah lingkungan," ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya air bersih dan pengelolaan limbah berkelanjutan. Pendekatan ini dilakukan agar masyarakat dapat memahami proses penjernihan air secara teknis sekaligus mampu mempraktikkannya secara mandiri di lingkungan masing-masing.

3. Jadi dasar pengembangan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan

ilustrasi air bersih untuk minum (pexels.com/Olga Lioncat)
ilustrasi air bersih untuk minum (pexels.com/Olga Lioncat)

Akbari menambahkan, hasil dari kegiatan pengabdian dan penelitian ini akan menjadi dasar dalam pengembangan model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, khususnya di wilayah pesisir. Ke depan, model ini diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Kepala Desa Tarahan menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif dilakukan oleh tim Itera. Menurutnya, program ini memberikan wawasan baru bagi warga dalam menangani persoalan air keruh dan berkapur, sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

5 Paket Dinner Romantis Valentine 2026 Hotel di Bandar Lampung

11 Feb 2026, 08:03 WIBNews