- Tingginya volatilitas harga emas global seiring dinamika geopolitik, nilai tukar dolar AS, dan suku bunga global
- Potensi penguatan harga CPO sejalan dengan kenaikan harga minyak nabati global dan risiko penurunan produksi akibat El Nino
- Berlanjutnya pembatasan ekspor gula India yang berisiko mengganggu pasokan gula rafinasi industri penggilingan lokal
- Kenaikan harga komponen chip global di tengah penguatan dolar AS yang berpotensi meningkatkan harga barang elektronik.
Beras dan SPP SMA Picu Inflasi Lampung 0,23 Persen Agustus 2026

- Inflasi Lampung Agustus 2026 mencapai 0,23 persen secara bulanan dan 3,53 persen tahunan, melampaui inflasi nasional 3,19 persen serta berbalik dari deflasi Juli.
- Beras, daging ayam ras, kacang panjang, dan jagung manis menjadi pendorong utama inflasi; penyesuaian biaya pendaftaran, uang pangkal, dan SPP SMA swasta turut menyumbang.
- Kenaikan inflasi tertahan oleh turunnya harga bawang merah, tomat, bawang putih, bensin, dan angkutan udara; BI dan TPID memperkuat pengendalian melalui strategi 4K.
Bandar Lampung, IDN Times - Provinsi Lampung pada Agustus 2026 mengalami inflasi 0,23 persen (mtm). Inflasi itu meningkat bila dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,49 persen (mtm).
Realisasi inflasi Agustus 2026 lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata inflasi bulan Agustus dalam tiga tahun terakhir yang mengalami deflasi 0,39 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 3,53 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,19 persen (yoy).
1. Pemicu inflasi

Ilustrasi beras putih (pexels.com/Suki Lee) Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto mengatakan, inflasi Agustus 2026 utamanya didorong oleh beberapa komoditas yang tergabung pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, yaitu komoditas beras, daging ayam ras, kacang panjang, dan jagung manis. Andil masing-masing sebesar 0,09 persen (mtm), 0,05 persen (mtm), 0,05 persen (mtm), dan 0,04 persen (mtm).
Kenaikan harga beras selaras meningkatnya harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat penggilingan. Naiknya harga beras dipicu belum optimalnya panen gadu yang dipengaruhi oleh masuknya musim kemarau serta gangguan hama pada musim tanam kedua.
Sementara itu, peningkatan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh peningkatan permintaan seiring periode HBKN Maulid Nabi Muhammad dan berlanjutnya pemenuhan kebutuhan program strategis pemerintah pasca libur sekolah. "Adapun, peningkatan harga kacang panjang dan jagung manis didorong oleh meningkatnya permintaan, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan program strategis pemerintah," papar Bimo, Rabu (2/9/2026).
2. SPP SMA ternyata sumbang inflai terbesar

Ilustrasi rupiah. (Pixabay.com/Udik_Art) Bimo menjelaskan, komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah Sekolah Menengah Atas dengan sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen (mtm). Andil termasuk ke dalam Kelompok Pendidikan ini terhadap inflasi terbesar, yakni 0,10 persen (mtm).
Andil Sekolah Menengah Atas disebabkan oleh penyesuaian komponen biaya pendaftaran, uang pangkal dan SPP dari sekolah swasta. Hal ini mendorong inflasi tahunan Provinsi Lampung meningkat signifikan, di samping normalisasi base effect kebijakan penghapusan uang komite sekolah yang berlaku mulai Agusus 2025.
3. Inflasi Agustus 2026 tertahan deflasi sejumlah komoditas

Bawang Merah di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin) Bimo menjelaskan, inflasi Agustus 2026 tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, seperti komoditas bawang merah, tomat, dan bawang putih. Masing-masing memberikan andil sebesar -0,16 persen (mtm), -0,10 persen (mtm), dan -0,06 persen (mtm).
Penurunan harga bawang merah sejalan dengan masuknya periode panen di sentra produksi lokal, terutama Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Barat. Sementara itu, peningkatan produksi sayuran lokal mendorong penyesuaian harga tomat.
Dedangkan penurunan harga bawang putih dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan di tingkat pedagang besar serta penyesuaian biaya distribusi seiring penurunan harga BBM non-subsidi oleh Pertamina. Penurunan harga juga didorong oleh komoditas bensin dan angkutan udara yang termasuk dalam kelompok Transportasi, dengan andil masing-masing sebesar -0,03 persen (mtm) dan -0,02 persen (mtm).
Penurunan harga bensin sejalan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pertamina, sementara tarif angkutan udara menurun seiring normalisasi permintaan pascalibur sekolah dan penurunan harga avtur sebesar 14 persen oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk penerbangan domestik.
4. Ada risiko perlu diwaspadai

Ilustrasi Resiko. Pixabay/OleksandrPidvalnyi Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1 persen (yoy) pada akhir tahun 2026. Namun demikian, sejumlah risiko perlu tetap diwaspadai dan dimitigasi.
Dari sisi Inflasi Inti (Core Inflation), risiko bersumber dari:
Dari sisi Inflasi Bahan Makanan Bergejolak (Volatile Food), risiko yang perlu dicermati meliputi:
- Meningkatnya kejadian karhutla dan penguatan El Nino yang berisiko mengganggu produksi tanaman pangan dan hortikultura
- Panen gadu yang belum optimal serta peningkatan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang berpotensi menaikkan biaya bahan baku penggilingan dan harga beras
- Persaingan pembelian gabah oleh agen luar Lampung yang berisiko mendorong arus keluar gabah dan mengurangi pasokan penggilingan lokal
- Kondisi cuaca maritim dan gelombang yang tidak menentu yang berisiko membatasi pasokan ikan, sementara harga daging sapi tetap menghadapi risiko kenaikan biaya distribusi seiring peningkatan harga energi dunia.
Sementara itu, dari sisi Inflasi Harga yang Diatur Pemerintah (Administered Prices), risiko yang perlu diwaspadai meliputi:
- Potensi kenaikan harga BBM seiring peningkatan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik dan penurunan stok minyak mentah AS
- Risiko gangguan distribusi LPG 3 kg yang tetap perlu dicermati, meskipun kuota LPG 3 kg Lampung tahun 2026 meningkat.
5. Strategi 4K perkuat pengendalian inflasi

Ilustrasi strategi pertempuran (pexels.com/Pixabay) Meninjau perkembangan inflasi Agustus dan mempertimbangkan peningkatan risiko global dan domestik, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K sebagai berikut:
1. Keterjangkauan harga
- Optimalisasi operasi pasar beras/SPHP secara terarah
- Memperkuat pemantauan harga dan pasokan melalui PIHPS, SPH, dan SP2KP, khususnya untuk beras, aneka cabai, bawang merah, minyak goreng, dan gula pasir.
2. Ketersediaan pasokan
- Mengoptimalkan Toko Inflasi di Kota Metro dan Bandar Lampung sebagai kanal distribusi harian untuk beras SPHP dan pangan strategis lainnya
- Mendorong peningkatan produksi hortikultura melalui intensifikasi GAP dan smart fertigation serta penguatan produksi dan pascapanen melalui dukungan sarana produksi
- Mendorong penguatan produksi dan pascapanen melalui dukungan greenhouse cabai, mesin packaging dan separator padi, RMU/RPU, serta kandang ayam.
- d. Mengantisipasi El Nino melalui optimalisasi sarana pengairan, penyesuaian kalender tanam, dan dukungan sumur bor pada klaster binaan.
3. Kelancaran Distribusi
- Mengoptimalkan KAD cabai merah Kulon Progo-Kota Metro serta KAD bawang merah Kabupaten Solok-Bandar Lampung dan Metro untuk memperkuat kontinuitas pasokan
- Menindaklanjuti KAD Bandar Lampung-Kabupaten Bantul untuk penyediaan benih dan replikasi budidaya bawang merah
- Mengoptimalkan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) untuk mendukung pelaksanaan operasi pasar dan KAD, khususnya komoditas yang berisiko mengalami inflasi.
4. Komunikasi efektif
- Memperkuat integrasi data harga, neraca pangan, dan e-Horti untuk mendukung penguatan Early Warning System (EWS). Piloting e-Horti telah dilakukan di 6 kabupaten/kota, mencakup 110 petani dengan luas tanam 55,42 ha
- Memperkuat koordinasi TPID melalui HLM, rakor pengendalian harga, dan pemantauan produksi pangan, termasuk penguatan koordinasi pengendalian harga beras bersama Bulog dan Disperindag
- Memperkuat komunikasi publik dan edukasi inflasi melalui siaran pers, edukasi masyarakat, serta capacity building peningkatan produktivitas dan perlindungan usaha tani
- Melakukan sosialisasi kepada SPPG terkait strategi penyusunan menu MBG yang adaptif terhadap dinamika harga dan ketersediaan pangan.



















