Bandar Lampung, IDN Times - Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Lampung menilai peningkatan kasus campak di sejumlah daerah Provinsi Lampung dinilai tidak terjadi secara tiba-tiba. Lonjakan disebut berkaitan erat dengan menurunnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang diterima IDN Times, hingga 3 April 2026 tercatat sebanyak 591 kasus suspek campak di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, 52 kasus telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.
Kasus ini tersebar di delapan kabupaten/kota, dengan Lampung Selatan menjadi wilayah tertinggi sebanyak 15 kasus, disusul Lampung Utara 10 kasus, Kota Metro 9 kasus, Pringsewu 8 kasus, dan Tanggamus 7 kasus. Sementara Lampung Timur, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji masing-masing mencatat satu kasus.
