Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

ITERA Kuatkan Kurikulum Teknik Biomedis untuk Hadapi Dunia Industri

Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Jurusan Teknik Biomedis Fakultas Teknologi Industri (FTI) Reviu Kurikulum pada Rabu, 28 Mei 2025 (Dok/Humas Itera)
Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Jurusan Teknik Biomedis Fakultas Teknologi Industri (FTI) Reviu Kurikulum pada Rabu, 28 Mei 2025 (Dok/Humas Itera)
Intinya sih...
  • ITERA menyelenggarakan DKT Reviu Kurikulum untuk kurikulum berbasis OBE
  • Kurikulum Prodi Teknik Biomedis ITERA diarahkan untuk berbasis OBE dengan fokus pada capaian pembelajaran akhir mahasiswa
  • Pemerintah, industri, dan akademisi mendukung penguatan kurikulum berbasis riset dan kebutuhan global
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Ditengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan, perguruan tinggi dituntut untuk terus berinovasi dalam menyusun kurikulum relevan dengan kebutuhan industri. Institut Teknologi Sumatera (ITERA), melalui Program Studi Teknik Biomedis di bawah Fakultas Teknologi Industri (FTI), mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Reviu Kurikulum.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari DKT sebelumnya yang digelar pada akhir 2024, sebagai bentuk evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar sejalan dengan perkembangan teknologi kesehatan terkini. Kegiatan dilakukan secara daring ini menjadi wadah penting untuk menyosialisasikan kurikulum baru berbasis capaian pembelajaran atau Outcome Based Education (OBE). ITERA ingin memastikan kurikulum diterapkan mampu mencetak lulusan yang siap kerja, tanggap terhadap regulasi, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Tidak hanya itu, DKT ini juga menghadirkan sinergi kuat antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk menciptakan pendidikan relevan dan berorientasi masa depan.

1. Gunakan kurikulum berbasis OBE

Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Jurusan Teknik Biomedis Fakultas Teknologi Industri (FTI) Reviu Kurikulum pada Rabu, 28 Mei 2025 (Dok/Humas Itera)
Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Jurusan Teknik Biomedis Fakultas Teknologi Industri (FTI) Reviu Kurikulum pada Rabu, 28 Mei 2025 (Dok/Humas Itera)

Diskusi dibuka oleh Koordinator Prodi Teknik Biomedis ITERA, Rudi Setiawan bersama Dekan FTI ITERA, Hadi Teguh Yudistira. Dalam sambutannya, keduanya menegaskan pentingnya menyelaraskan pendidikan tinggi dengan tantangan nyata di dunia kerja, khususnya di sektor alat dan teknologi kesehatan.

Koordinator Kurikulum, Retno Maharsi, memaparkan pengembangan kurikulum Prodi Teknik Biomedis kini diarahkan untuk sepenuhnya berbasis OBE. Model ini menekankan pada capaian pembelajaran akhir mahasiswa yang konkret, terukur, dan sesuai kebutuhan pengguna lulusan.

Retno juga menekankan perlunya kurikulum tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga membuka ruang bagi kolaborasi lintas disiplin. Mahasiswa nantinya akan diperkuat dengan keterampilan praktis dan kemampuan berpikir sistem dibutuhkan dalam pengembangan dan manajemen alat kesehatan.

"Revisi kurikulum ini mencakup integrasi teknologi medis terbaru, seperti perangkat berbasis IoT, data kesehatan digital, serta teknik pengolahan citra medis yang kini berkembang pesat di dunia kesehatan modern," jelasnya, Rabu (4/6/2025).

2. Kolaborasi pemerintah dan industri

Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Jurusan Teknik Biomedis Fakultas Teknologi Industri (FTI) Reviu Kurikulum pada Rabu, 28 Mei 2025 (Dok/Humas Itera)
Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Jurusan Teknik Biomedis Fakultas Teknologi Industri (FTI) Reviu Kurikulum pada Rabu, 28 Mei 2025 (Dok/Humas Itera)

DKT ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan penting, termasuk dari pemerintah daerah dan industri alat kesehatan. Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Diah Anjarini menyoroti pentingnya lulusan tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga paham terhadap regulasi alat kesehatan dan arah kebijakan riset nasional.

Ia menekankan pentingnya kompetensi terkait terapi sel punca, teknologi regeneratif, dan penanganan penyakit degeneratif menjadi prioritas nasional.

Sementara itu, dari industri, Andry Arifianto dari Siemens Healthineers menyampaikan kebutuhan nyata dunia kerja harus dijawab oleh dunia pendidikan. Menurutnya, lulusan Teknik Biomedis idealnya memiliki pemahaman solid terhadap anatomi manusia, teknologi alat kesehatan, fisika medis, hingga aspek keselamatan radiasi.

Ia menilai kurikulum ITERA sudah berada di jalur tepat, namun menekankan perlunya peningkatan pada praktik langsung dan pembelajaran berbasis kasus industri. Hal serupa juga disampaikan oleh Angliana dari Prodia Stem Cell, yang melihat potensi besar sinergi antara teknik biomedis dan teknologi terapi sel untuk mewujudkan layanan kesehatan presisi berbasis bioteknologi.

3. Sinergi akademisi nasional

Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Jurusan Teknik Biomedis Fakultas Teknologi Industri (FTI) Reviu Kurikulum pada Rabu, 28 Mei 2025 (Dok/Humas Itera)
Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Jurusan Teknik Biomedis Fakultas Teknologi Industri (FTI) Reviu Kurikulum pada Rabu, 28 Mei 2025 (Dok/Humas Itera)

Tak hanya dari internal ITERA, dukungan penguatan kurikulum juga datang dari akademisi lintas perguruan tinggi. Riries Rulaningtyas dari Universitas Airlangga dan Agung Wahyu Setiawan dari Institut Teknologi Bandung memberikan insight mendalam mengenai penguatan kurikulum berbasis riset, pendekatan interdisipliner, dan orientasi pada kebutuhan global.

Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara teknik biomedis dengan ilmu kedokteran, farmasi, serta kecerdasan buatan sebagai masa depan teknologi kesehatan. Kegiatan ini ditutup dengan pernyataan dari Rudi Setiawan yang menegaskan kolaborasi lintas sektor adalah kunci dalam mencetak lulusan unggul dan visioner. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Silviana
Martin Tobing
Silviana
EditorSilviana
Follow Us