Itera Target Raih Status BLU 2026, Proposal Masih Direview

Lampung Selatan, IDN Times - Institut Teknologi Sumatra (Itera) kembali mematok target perubahan status dari Satuan Kerja (Satker) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) pada 2026. Upaya itu kini memasuki tahap review di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Rektor Itera, Elfahmi mengatakan, perubahan status dari satuan kerja (satker) menjadi BLU bukanlah proses mudah. Menurutnya, perguruan tinggi harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga tata kelola kelembagaan.
"Perubahan status satker menjadi BLU memang tidak mudah. Butuh perjuangan dan terutama kesiapan kampus untuk memenuhi berbagai tuntutan yang dipersyaratkan," ujarnya dimintai keterangan, Senin (27/7/2026).
1. Proposal BLU masih tahap review kementerian

Elfahmi menjelaskan, proposal pengajuan status BLU telah kembali diajukan dan saat ini sedang melalui proses evaluasi di kementerian. Bahkan, proses perbaikan dokumen berlangsung cukup cepat karena adanya komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.
Oleh karenanya, ia turut berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target sehingga status BLU bisa diperoleh pada 2026.
"Proposalnya sudah kami masukkan kembali dan sekarang masih dalam tahap review. Mudah-mudahan dengan izin Allah, target 2026 ini bisa disetujui," katanya.
2. Status BLU dinilai menjadi langkah penting menuju PTN-BH

Lebih lanjut Elfahmi menyampaikan, status BLU merupakan tahapan penting sebelum perguruan tinggi dapat bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Melalui status BLU, Itera akan memperoleh fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan keuangan dibandingkan ketika masih berstatus satker.
"Kalau satker fleksibilitas pengelolaan keuangannya masih terbatas. Setelah menjadi BLU, kampus memiliki fleksibilitas yang lebih baik. Tahap berikutnya baru menuju PTN-BH," jelasnya.
3. Dorong hilirisasi riset dan kerja sama dengan kawasan industri

Selain memperkuat tata kelola, Elfahmi mengatakan status BLU juga akan membuka peluang lebih besar bagi Itera dalam mengembangkan hilirisasi hasil riset dan memperluas kerja sama dengan kawasan komersial maupun industri.
Menurutnya, komersialisasi dimaksud bukan berarti mengomersialkan pendidikan, melainkan mempercepat pemanfaatan hasil penelitian agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Bukan komersialisasi pendidikan. Yang kami maksud adalah produk-produk riset hasil hilirisasi akan lebih mudah dikembangkan ketika kampus memiliki fleksibilitas yang lebih besar," katanya.
"Perjuangan menuju BLU ini memang sudah dimulai sejak 2022. Sekarang prosesnya kembali dipercepat. Mohon doa agar target ini bisa terwujud pada 2026," imbuh mantan Direktur Riset dan Inovasi Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.




















