Mahasiswa KKN Itera Kembangkan Alat Pantau pH dan Air Berbasis IoT

- Inovasi IoT untuk memantau kondisi air secara real timeSistem monitoring dikembangkan oleh Kelompok 31 KKN Tematik Itera dirancang sebagai solusi atas keterbatasan metode pemantauan manual yang selama ini hanya mengandalkan perkiraan visual dan tidak dapat dilakukan secara kontinu, terutama pada malam hari atau saat cuaca ekstrem. Melalui teknologi IoT, data pH dan ketinggian air dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi digital.
- Sistem multifungsi dengan konektivitas tanpa Wi-FiPerangkat ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data dan modul SIM800L untuk konektivitas seluler. Dengan sistem tersebut, pengiriman data dapat dilakukan tanpa bergantung pada jaringan Wi-Fi, sehingga lebih
Lampung Selatan, IDN Times - Mahasiswa KKN Tematik Institut Teknologi Sumatera (Itera) menghadirkan inovasi sistem monitoring pH dan ketinggian air berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.
Inovasi ini dikembangkan untuk membantu petani dan pembudidaya ikan memantau kondisi air secara akurat dan berkelanjutan melalui pemantauan real time berbasis gawai.
1. Inovasi IoT untuk memantau kondisi air secara real time

Anggota tim KKN, Achmad Ma’rufi mengatakan, sistem monitoring ini dirancang sebagai solusi atas keterbatasan metode pemantauan manual yang selama ini hanya mengandalkan perkiraan visual dan tidak dapat dilakukan secara kontinu. Terutama pada malam hari atau saat cuaca ekstrem. Melalui teknologi IoT, data pH dan ketinggian air dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi digital.
Mahasiswa kelompok 31 KKN Tematik Itera memperkenalkan perangkat tersebut kepada petani dan pembudidaya ikan setempat dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan, Hartanto Tantriawan. Alat monitoring diserahkan kepada Syawaltu, selaku pembudidaya ikan patin di Dusun 2 Desa Margo Lestari, sebagai percontohan pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor perikanan.
2. Sistem multifungsi dengan konektivitas tanpa Wi-Fi

Achmad Ma’rufi menjelaskan, perangkat ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data dan modul SIM800L untuk konektivitas seluler. Dengan sistem tersebut, pengiriman data dapat dilakukan tanpa bergantung pada jaringan Wi-Fi, sehingga lebih fleksibel digunakan di wilayah pedesaan.
“Alat ini dirancang multifungsi. Bisa digunakan untuk memantau pH kolam ikan agar ikan tidak stres, mengukur ketinggian air sawah, serta memantau air sumur warga. Pengguna dapat memilih mode Sawah, Kolam, Sumur, atau Kalibrasi melalui tombol fisik pada perangkat tanpa perlu pengaturan teknis rumit,” ujar Achmad.
Data pemantauan ditampilkan melalui aplikasi AgriSense dan dashboard web dapat diakses melalui ponsel pintar. Selain parameter utama, sistem juga menampilkan informasi pendukung seperti kapasitas baterai dan sisa kuota internet untuk membantu perawatan perangkat secara berkala.
3. Program pendukung berkelanjutan di sektor pertanian, lingkungan, dan pendidikan

Selain inovasi IoT, menurut Achmad, kelompoknya juga mengembangkan sejumlah program pendukung berbasis inovasi berkelanjutan. Di sektor pertanian, mahasiswa memperkenalkan sistem hidroponik kangkung berbasis Deep Flow Technique (DFT) sebagai alternatif budidaya hemat air dan tidak bergantung pada musim.
"Di bidang lingkungan, menginisiasi pembuatan eco enzyme dari limbah organik rumah tangga serta penerapan lubang biopori untuk meningkatkan daya resap tanah dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Sementara di sektor pendidikan, program School EduCorner: Jelajah Ilmu Pengetahuan menghadirkan ruang belajar interaktif dilengkapi dashboard cita-cita siswa berbasis web," imbuhnya.
















