- Peningkatan permintaan agregat sebagai dampak dari penyesuaian UMP yang direalisasikan secara bertahap pada sepanjang tahun
- Meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 H
- Berlanjutnya kenaikan harga emas dunia seiring masih tingginya ketidakpastian geopolitik dan sentimen kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Inflasi Desember 2025 Lampung 0,59 Persen, Ini Sorotan BI

- Kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, emas perhiasan, dan bensin jadi pemicu inflasi Desember 2025 di Lampung.
- Inflasi tertahan oleh penurunan harga tomat, salak, sabun mandi, terong, serta tarif angkutan sungai dan penyeberangan.
- Risiko inflasi inti dan bahan makanan bergejolak perlu diwaspadai untuk mengendalikan inflasi di Provinsi Lampung.
Bandar Lampung, IDN Times - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lampung angkat bicara terkait Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung Desember 2025 tercatat inflasi sebesar 0,59 persen (mtm). Inflasi periode terlapor lebih tinggi dibandingkan periode November 2025 mengalami inflasi sebesar 0, 36 persen (mtm).
Kepala KPw Bank Indonesia Lampung Bimo Epyanto mengatakan, dilihat dari sumbernya, inflasi Desember 2025 utamanya disebabkan kenaikan harga komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya; serta kelompok transportasi utamanya cabai rawit, bawang putih, bawang merah, emas perhiasan dan bensin.
Andil masing-masing kelompok itu sebesar 0,17 persen; 0,11 persen; 0,10 persen; 0,05 persen dan 0,03 persen (mtm).
1. Ini pemicu inflasi Desember 2025

Bimo menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit didorong tekanan pasokan pasca berakhirnya masa panen. Selain itu, disertai penurunan kualitas produksi akibat tingginya curah hujan pada Desember 2025.
Sedangkan peningkatan harga bawang merah dipengaruhi menurunnya pasokan dari sentra produksi di Jawa Barat dan Sumatera Barat. Itu seiring meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta kejadian gagal panen akibat bencana banjir.
"Di sisi non-pangan, kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan berlanjutnya peningkatan harga emas dunia di tengah tingginya ketidakpastian global akibat faktor geopolitik," papar Bimo, Selasa (6/1/2026).
Sementara kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi oleh Pertamina yang mengikuti perkembangan harga energi internasional sepanjang 2025.
2. Tertahan defflasi penurunan harga sektor tertentu

Bimo mengatakan, inflasi yang lebih tinggi pada Desember 2025 tertahan oleh penurunan harga tomat; salak; sabun mandi; terong; serta tarif angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Andil masing-masing sebesar -0,04 persen; -0,02 persen; -0,02 persen; -0,01 persen dan -0,01 persen (mtm).
Penurunan harga tomat, salak dan terong dipengaruhi terjaganya pasokan pada periode panen di beberapa sentra produksi lokal. Sementara penurunan tarif angkutan sungai, danau, dan penyeberangan didukung oleh pemberian potongan harga (diskon) tarif penumpang dalam rangka periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen (yoy) pada akhir tahun 2026,” ujar Bimo.
3. Ada risiko perlu diwaspadai

Kendati demikian, Bimo menyatakan, beberapa risiko perlu diwaspadai dan dimitigasi terkait pengendalian inflasi. Berikut rinciannya:
Risiko Inflasi Inti (core inflation)
Risiko inflasi bahan makanan bergejolak (volatile food)
- Peningkatan curah hujan dan risiko banjir lokal berpotensi menghambat realisasi panen padi serta distribusi pangan, sejalan dengan analisis BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia yang memprediksi berlanjutnya La Nina lemah hingga awal tahun 2026
- Potensi peningkatan harga komoditas pangan strategis pada periode high season Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 H
- Potensi gangguan pasokan dan distribusi komoditas pangan ke Provinsi Lampung sebagai dampak meningkatnya frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera, yang berisiko menghambat kelancaran aruslogistik antarwilayah.
Risiko inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price)
- Kenaikan harga minyak dunia dipicu potensi gangguan pasokan global sejalan dengan berlanjutnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah
- Potensi penyesuaian tarif angkutan darat dan udara pada periode puncak libur akhir tahun.
4. Perbandingan inflasi bulanan dengan tahunan

Merujuk IHK di Provinsi Lampung Desember 2025 tercatat inflasi sebesar 0,59 persen (mtm), Bimo mengemukakan, realisasi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 0,64 persen (mtm). Selain itu, ata-rata tingkat perkembangan IHK di Provinsi Lampung pada bulan Desember tiga tahun terakhir tercatat inflasi sebesar 0,37 persen (mtm).
Sementara itu, secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung Desember 2025 mengalami inflasi sebesar 1,25 pesen (yoy). Itu lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 1,14 persen (yoy) dan inflasi nasional yang sebesar 2,92 persen (yoy).


















