Ibu Melahirkan di Pesisir Barat Ditandu Warga Lewati Medan Ekstrem

- Ibu baru melahirkan, Amsiyah (32), ditandu sejauh beberapa kilometer melewati medan ekstrem untuk mendapatkan bantuan medis.
- Warga menggunakan peralatan sederhana seperti bambu dan sarung untuk menandu Amsiyah melewati jalan tanah, sungai deras, dan ombak di pesisir pantai.
- Amsiyah terpaksa ditandu menuju Puskesmas Bangkunat karena sebagian ari-ari belum keluar usai melahirkan, menyoroti sulitnya akses jalan di daerah terpencil.
Pesisir Barat, IDN Times – Seorang ibu baru melahirkan terpaksa ditandu sejauh beberapa kilometer melewati medan ekstrem untuk mendapatkan bantuan medis setelah melahirkan.
Ibu tersebut bernama Amsiyah (32), warga Pekon Way Tyas, Kecamatan Bengkunat, Lampung Barat.
Berdasarkan video berdurasi 1 menit 50 detik diterima IDN Times terlihat warga bergotong royong menandu sang ibu menggunakan peralatan sederhana, yaitu bambu dan sarung.
1. Ditandu peralatan sederhana

Para warga bahu membahu melewati jalan tanah, menyebrangi sungai deras, hingga menghadapi kerasnya ombak di pesisir pantai.
Dalam video terdengar warga menyebut takbir sambil hati-hati mengangkat tandu untuk melindungi Amsiyah dari bahaya.
“Awas angkat,” ujar salah seorang warga saat menjelajahi sungai dengan arus yang cukup deras.
2. Kondisi mendesak

Dian Setiawan, Kepala Desa Pekon Way Haru, membenarkan kejadian tersebut menimpa warganya. Ia mengatakan, Amsiyah terpaksa ditandu menuju Puskesmas Bangkunat karena sebagian ari-ari belum keluar usai melahirkan.
"Iya benar, itu warga Pekon Way Tyas. Ia harus segera mendapatkan perawatan medis," jelas Dian.
Setelah menerima perawatan di Puskesmas Bangkunat, Amsiyah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada, Pringsewu, untuk penanganan lebih lanjut.
3. Akses jalan jadi kendala

Kejadian ini kembali menyoroti sulitnya akses jalan di daerah terpencil seperti Pekon Way Tyas. Warga yang tinggal di sana sering menghadapi tantangan besar untuk mencapai fasilitas kesehatan terdekat.
Amsiyah kini telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Husada, Pringsewu.
Namun, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perbaikan infrastruktur di wilayah terpencil agar tidak ada lagi masyarakat yang harus mempertaruhkan nyawa saat mencari bantuan medis.



















