Lampung Selatan, IDN Times - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan kembali menunjukkan aktivitas erupsi, Minggu (16/8/2026). Dalam sehari, gunung api tersebut tercatat sembilan kali erupsi, termasuk empat letusan pada malam hari tidak terlihat secara visual.
Berdasarkan data pos pantau GAK, empat erupsi terakhir berlangsung beruntun mulai pukul 22.11 WIB hingga 23.16 WIB. Meski kolom abu tidak teramati karena kondisi malam, seluruh aktivitas tersebut terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum hingga 60 milimeter.
Erupsi pertama terjadi pukul 22.11 WIB dengan amplitudo maksimum 56 milimeter dan durasi 36 detik. Delapan menit kemudian, erupsi kembali terjadi pada pukul 22.19 WIB dengan amplitudo 58 milimeter selama 34 detik.
Aktivitas kembali tercatat pada pukul 22.36 WIB. Erupsi kali ini memiliki amplitudo maksimum 57 milimeter dengan durasi 39 detik. Gunung Anak Krakatau kemudian kembali erupsi pada pukul 23.16 WIB, dengan amplitudo maksimum mencapai 60 milimeter dan durasi 37 detik.
