Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Erin, Gajah Korban Jerat Kini Lanjutkan Hidup di TN Way Kambas

Kab. Lampung Timur
3 min read
Kisah Erin, Gajah Korban Jerat Kini Lanjutkan Hidup di TN Way Kambas
Gajah Erin di lokasi penangkara konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (IDN Times/Istimewa).
  • Erin, gajah betina berusia sekitar 13 tahun, ditemukan kritis pada 2016 setelah terjerat kawat pemburu liar hingga kehilangan sebagian belalai dan ditinggalkan kawanan.

  • Keterbatasan belalai membuat Erin perlu perawatan ekstra, termasuk bantuan petugas membasahi tubuh dengan lumpur saat panas, karena ia sulit mengambil air dan bermain lumpur sendiri.

  • Sepuluh tahun kemudian Erin tumbuh sehat, meski cenderung menyendiri dari gajah lebih besar; TN Way Kambas terus merawatnya sambil menunggu kebijakan program konservasi berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Timur, IDN Times - Erin, gajah betina korban jerat pemburu liar di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur hingga kini masih bertahan hidup meski kehilangan sebagian belalainya sejak sekitar 10 tahun lalu.

Gajah berusia sekitar 13 tahun itu ditemukan dalam kondisi kritis di kawasan Susukan Baru pada 13 Juli 2016. Saat itu, Erin masih berusia sekitar 3 tahun dengan tubuh kurus dan luka parah pada bagian belalai akibat jerat kawat.

Mahout senior TNWK, Sukowiyono (56) sebagai salah satu orang yang menangani Erin sejak pertama kali dievakuasi mengatakan, Erin ditemukan seorang diri setelah ditinggalkan induk dan kelompoknya karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk mengikuti pergerakan kawanan.

"Yang jelas dari laporan kepala resort, terus dari tim patroli kita yang mengambil. Terus dibawa ke sini. Yang jelas sudah luka, luka benar. Itu sekitar umur 2,5 tahun, 3 tahun lah itu. Dulu sendiri. Ditinggal induknya," ujarnya, Jumat (2/10/2026).

  1. 1. Erin harus beradaptasi dengan belalai yang tak utuh

    IMG_20261002_170557.jpg
    Gajah Erin di lokasi penangkara konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (IDN Times/Istimewa).

    Kondisi belalai yang tidak lagi utuh disebut membuat Erin harus beradaptasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pasalnya, ia tidak dapat menggunakan belalainya seperti gajah lain untuk mengambil air maupun bermain lumpur.

    Menurut Sukowiyono, perawatan Erin membutuhkan perhatian lebih, terutama pada siang hari ketika suhu cukup panas. Petugas harus membantu membasahi tubuh Erin dengan lumpur agar suhu tubuhnya tetap terjaga.

    "Lebih ekstra. Memang sudah ada makanan, cuma kita kasih tambahan dari kita, biar pendekatan-pendekatan. Ya, memang sudah profesi kita dan sudah tupoksi kita di sini sesuai dengan SK. Kita melatih gajah," ucapnya.

  2. 2. Erin tumbuh sehat, tetapi cenderung menyendiri

    IMG_20261002_170636.jpg
    Gajah Erin di lokasi penangkara konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (IDN Times/Istimewa).

    Sepuluh tahun pascaditemukan, Sukowiyono menyebutkan, kondisi fisik Erin kini sudah jauh lebih baik. Tubuhnya telah berkembang menjadi gajah yang sehat dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan keterbatasan pada belalainya.

    Namun, Erin disebut memiliki karakter yang berbeda dibandingkan gajah lainnya. Ia cenderung menyendiri dan memilih menjauh, ketika berhadapan dengan gajah yang berukuran lebih besar.

    "Namanya cacat, makanya dia agak minder lah yang jelas itu. Karena lebih besar yang mendekati. Kalau sama yang kecil juga enggak apa-apa," jelas Sukowiyono.

  3. 3. Masa depan Erin masih menunggu program konservasi

    IMG_20261002_170621.jpg
    Gajah Erin di lokasi penangkara konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (IDN Times/Istimewa).

    Keberadaan Erin di TNWK hingga kini masih menjadi bagian dari upaya perawatan dan konservasi satwa. Sukowiyono menambahkan, pihaknya masih menunggu kebijakan terkait program konservasi Erin selanjutnya.

    Meski demikian, ia memastikan Erin terus mendapatkan perawatan dan perhatian selama berada di TNWK.

    "Kita kan nunggu program ini nanti bagaimana. Kita belum tahu. Alhamdulillah sampai sekarang semangat. Tiap hari semangat," imbuh sang mahout.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More