Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Way Kambas Meluas, 54 Water Bombing Tak Sanggup Padamkan Api

Kab. Lampung Timur
3 min read
Karhutla Way Kambas Meluas, 54 Water Bombing Tak Sanggup Padamkan Api
Potret udara karhutla di TN Way Kambas, Lampung Timur, Kamis (1/10/2026). (Dok. Balai TNWK)
  • Karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, masih ditangani hingga 1 Oktober 2026 dengan luas terbakar terpantau minimal sekitar 25 hektare.

  • Tim gabungan melakukan operasi darat dan udara, termasuk 54 kali water bombing, tetapi sejumlah titik masih berasap karena semak belukar dan tanah gambut menyimpan api di bawah permukaan.

  • Titik api aktif di Titik B dan indikasi api di timur masih dipantau; pemadaman dilanjutkan dua shift, pembuatan sumur bor, serta fokus memutus rambatan api ke timur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Timur, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur masih dalam proses penanganan. Hingga Kamis (1/10/2026), luasan lahan terbakar terpantau mencapai minimal sekitar 25 hektare.

Humas Balai TNWK, Riri Fitriandi mengatakan, kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam upaya tersebut. Pemadaman dilakukan secara gabungan oleh BPBD Provinsi Lampung, BNPB, Balai TNWK, BPBD Lampung Timur, dan tim terkait melalui operasi darat serta udara menggunakan helikopter water bombing (WB).

"Material terbakar didominasi semak belukar dengan karakteristik tanah gambut, sehingga api berpotensi bertahan di bawah permukaan. Ini membuat proses pemadaman membutuhkan suplai air dan waktu lebih lama," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).

  1. 1. 54 kali water bombing, api masih terpantau

    IMG-20261002-WA0013.jpg
    Potret udara karhutla di TN Way Kambas, Lampung Timur, Kamis (1/10/2026). (Dok. Balai TNWK)

    Riri menjelaskan, operasi pemadaman udara pada Kamis kemarin difokuskan untuk menangani titik api di Grid 33 U serta memutus jalur rambatan api, terutama ke arah timur.

    Total sebanyak 54 kali water bombing dilakukan dengan estimasi area mendapatkan siraman air sekitar 6 hektare. Namun, setelah pelaksanaan water bombing, sejumlah titik masih terpantau mengeluarkan asap.

    "Untuk tim udara, setelah pelaksanaan water bombing, fire spot masih terpantau berasap. Perkiraan luas lahan terbakar sekitar 14 hektare dan area yang mendapatkan water bombing sekitar 3 hektare," jelasnya.

  2. 2. Tim darat sisir api hingga 800 Meter

    IMG_20261002_124656.jpg
    Potret udara karhutla di TN Way Kambas, Lampung Timur, Kamis (1/10/2026). (Dok. Balai TNWK).

    Selain titik api utama, Riri menyebutkan, petugas juga menemukan titik api baru di Titik B. Api tersebut diduga merupakan sisa kebakaran pada 30 September 2026 kembali muncul setelah diterpa angin kencang.

    Alhasil, upaya pemadaman juga dilakukan dari darat. Tim Satgas menyisir jalur api sepanjang sekitar 800 meter hingga selang pemadam yang digunakan mencapai batas jangkauan, dengan menggunakan jet shooter untuk menyemprotkan air sekaligus menyisir sisi-sisi area terbakar.

    "Hasil operasi darat pada Kamis, petugas memperkirakan sekitar 10 hektare area berhasil dipadamkan. Sementara itu, untuk kobaran yang bergerak ke arah timur, pemadaman udara diarahkan untuk memutus jalur rambatan api agar tidak semakin meluas," katanya.

  3. 3. Titik api aktif masih ada, asap tebal hambat pemantauan

    IMG-20261002-WA0014.jpg
    Potret udara karhutla di TN Way Kambas, Lampung Timur, Kamis (1/10/2026). (Dok. Balai TNWK)

    Berdasarkan pemantauan sementara, Riri melanjutkan, titik api aktif berada di Titik B dengan luasan sekitar 15 hektare. Area tersebut terdiri dari dua titik api dengan estimasi masing-masing sekitar 5 hektare dan 10 hektare.

    Di sisi timur juga masih ditemukan indikasi keberadaan api. Namun, luasannya belum dapat dipastikan karena kawasan tersebut tertutup kabut asap tebal.

    "Luasan terbakar yang terpantau minimal sekitar 25 hektare. Namun, untuk luasan aktual keseluruhan masih belum bisa dipastikan karena keterbatasan visibilitas akibat kabut asap," kata Riri.

  4. 4. Pemadaman dikebut hingga malam

    IMG-20261002-WA0012.jpg
    Potret udara karhutla di TN Way Kambas, Lampung Timur, Kamis (1/10/2026). (Dok. Balai TNWK)

    Tim gabungan akan melanjutkan operasi pemadaman dengan sistem dua shift, yakni pagi dan malam. Pemadaman darat menggunakan pompa portable dan peralatan tangan.

    Sementara pemadaman pada malam hari dilakukan untuk memanfaatkan kondisi cuaca yang lebih dingin. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkecil selisih antara kecepatan rambatan api dan kemampuan petugas dalam melakukan pemadaman.

    "Tim juga akan melanjutkan pembuatan sumur bor guna memperkuat ketersediaan sumber air, untuk mendukung operasi pemadaman darat. Pemadaman udara juga akan kembali difokuskan pada jalur rambatan api, khususnya arah timur guna mencegah api menyebar lebih luas di kawasan TNWK," imbuh Riri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More