Ngeri! 7 Ribu Hektare Lahan Terbakar di Taman Nasional Way Kambas

Sepanjang 2026, 21 kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas menghanguskan sekitar 7 ribu hektare, meningkat dibandingkan 2025 namun lebih rendah dari periode El Nino 2023-2024.
Seluruh kejadian terjadi di lokasi berbeda tanpa titik kebakaran berulang. Balai TNWK menekankan kolaborasi lintas pihak, penegakan hukum, serta deteksi dan respons dini untuk mencegah api meluas.
Balai TNWK tetap memantau satwa kunci, termasuk gajah dan harimau sumatra, melalui patroli serta GPS Collar. Hingga kini, belum ditemukan kematian satwa di bekas lokasi kebakaran.
Lampung Timur, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung tercatat telah mencapai sekitar 7 ribu hektare sepanjang 2026.
Berdasarkan catatan Balai TNWK, terdapat 21 kejadian karhutla di kawasan konservasi tersebut hingga saat ini. Luasan lahan terbakar tahun ini meningkat dibandingkan 2025, meski masih berada di bawah luasan kebakaran pada periode El Nino 2023 dan 2024.
Humas Balai TNWK, Riri Fitriandi mengatakan, seluruh kejadian karhutla tercatat sepanjang tahun ini terjadi di lokasi yang berbeda. Artinya, belum ditemukan titik yang mengalami kebakaran berulang di lokasi yang sama.
"Sepanjang tahun 2026, karhutla di TN Way Kambas telah tercatat 21 kejadian, dengan luas yang terbakar sekitar 7 ribu hektare," ujarnya dimintai keterangan, Sabtu (3/10/2026).
1. Luasan kebakaran meningkat dibanding 2025

Potret udara karhutla di TN Way Kambas, Lampung Timur, Jumat (2/10/2026). (Dok. Balai TNWK) Riri menjelaskan, luasan area terbakar di TNWK sepanjang 2026 memang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi pada periode El Nino 2023 dan 2024.
Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan karhutla. Balai TNWK berharap hujan segera turun untuk membantu memadamkan api, sekaligus membuat kondisi lahan kembali basah sehingga tidak mudah terbakar.
"Untuk luasan area terbakar mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025, namun masih lebih rendah dibandingkan periode El Nino 2023 dan tahun 2024," ujarnya.
2. Tidak ada lokasi yang terbakar berulang

Potret udara karhutla di TN Way Kambas, Lampung Timur, Kamis (1/10/2026). (Dok. Balai TNWK) Riri melanjutkan, Balai TNWK juga memastikan hingga saat ini tidak terdapat lokasi yang tercatat mengalami kebakaran berulang sepanjang 2026. Dari catatan 21 kejadian karhutla terjadi di lokasi berbeda, sehingga belum ada titik yang dapat dikategorikan sebagai lokasi kebakaran berulang pada tahun ini.
Dengan luas kebakaran mencapai ribuan hektare, Balai TNWK menilai pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan hanya oleh pengelola kawasan konservasi, tapi penguatan kolaborasi menjadi salah satu kebutuhan penting. Mulai dari pemerintah daerah, masyarakat desa penyangga, dunia usaha, TNI/Polri hingga berbagai pihak lainnya.
"Faktor penting yang harus dilakukan adalah upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Hal ini membutuhkan dukungan dari aparat penegak hukum bersama-sama dengan Polhut dan PPNS TNWK," jelasnya.
Selain itu, kecepatan dalam mendeteksi dan merespons titik api sejak tahap awal juga menjadi kunci, sehingga penanganan cepat diharapkan dapat mencegah api meluas di kawasan TNWK. "Pencegahan dan penindakan terhadap kejadian karhutla tidak mungkin dilakukan oleh TNWK sendiri, harus ada upaya bersama sehingga zero fire spot," lanjut Riri.
3. Monitoring satwa kunci terus dilakukan

Potret udara kebakaran hutan dan lahan di TN Way Kambas, Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa). Di tengah ancaman karhutla, Riri menambahkan, Balai TNWK juga terus memantau kondisi satwa liar yang berada di kawasan taman nasional, termasuk satwa kunci seperti gajah dan harimau sumatra
Oleh karenanya, patroli rutin dilakukan dengan mencatat dan merekam temuan sekunder keberadaan satwa di dalam hutan. Termasuk monitoring gajah dibantu teknologi GPS Collar hingga dapat memberikan informasi keberadaan satwa secara realtime.
"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ditemukan kejadian kematian satwa di bekas lokasi kebakaran," imbuh Riri.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















