Gubernur Sidak RSUDAM, Soroti Lampung Minim Tenaga Forensik

- Provinsi Lampung masih terbatas tenaga forensik, berdampak pada lambatnya penanganan kasus kekerasan seksual dan kekerasan terhadap anak.
- Gubernur sidak RSUDAM untuk memastikan disiplin pegawai, meninjau kapasitas dan kualitas alat kesehatan selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
- Layanan kesehatan tidak boleh terganggu oleh agenda libur apa pun, pelayanan publik harus utama tanpa gangguan dari kegiatan lain.
Bandar Lampung, IDN Times - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tak menampik masih adanya keluhan masyarakat terkait lambatnya penanganan pasien akibat keterbatasan kapasitas ruang perawatan. Untuk itu, peningkatan kapasitas pelayanan pasien melalui pembangunan gedung baru sangat dibutuhkan.
Hal itu disampaikan gubernur saat inspeksi mendadak ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Jumat (2/1/2026).
“RSUDAM merupakan rumah sakit rujukan terakhir dari seluruh rumah sakit di Provinsi Lampung. Karena itu, pembangunan gedung baru ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan,” ujar Mirza sapaan akrab gubernur.
1. Provinsi Lampung masih terbatas tenaga forensik

Selain menyoroti pembangunan gedung baru RSUDAM, gubernur juga meninjau gedung fasilitas forensik yang sedang dalam proses pembangunan. Menurut Mirza, Provinsi Lampung masih mengalami keterbatasan tenaga forensik, yang berdampak pada lambatnya penanganan sejumlah kasus.
“Keberadaan fasilitas forensik ini sangat penting, terutama untuk penanganan kasus kekerasan seksual dan kekerasan terhadap anak, agar dapat ditangani lebih cepat dan profesional,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama RSUDAM dr. Imam Ghozali menyampaikan komitmennya untuk menyesuaikan dan menambah tenaga kesehatan forensik seiring dengan hadirnya fasilitas khusus tersebut.
2. Alasan sidak rumah sakit

Terkait sidak awal Tahun Baru 2026 ke RSUDAM, Mirza mengatakan, untuk memastikan disiplin dan kinerja pegawai tetap terjaga demi pelayanan prima kepada masyarakat.
Selain mengecek kehadiran dan kedisiplinan pegawai, Gubernur Mirza juga meninjau kapasitas serta kualitas alat-alat kesehatan yang tersedia. Itu guna menjamin keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat, khususnya selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sejumlah fasilitas kesehatan turut ditinjau, di antaranya poli pelayanan kesehatan serta Instalasi Gawat Darurat (IGD).
3. Layanan kesehatan tidak boleh terganggu oleh agenda libur apa pun

Mirza menegaskan, pelayanan publik, terutama layanan kesehatan, tidak boleh terganggu oleh agenda libur apa pun.
“Pelayanan kepada masyarakat adalah yang utama. Tidak boleh ada yang terganggu dengan kegiatan apa pun, sehingga masyarakat merasa puas dan mendapatkan pelayanan prima dari pemerintah,” tegasnya.
Namun demikian, ia menilai pelayanan di RSUDAM saat ini telah menunjukkan perbaikan yang signifikan dibandingkan sebelumnya.


















