Gerebek Lokasi Narkoba di Pesawaran, Ini Temuan Polda Lampung

Polda Lampung menggerebek tiga desa di Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, dalam Operasi Sarang Narkoba pada 7 November 2026.
Petugas menyita pedang, golok, celurit, badik, senjata api berbentuk korek, selongsong peluru, serta dugaan sabu dan berbagai alat konsumsi narkotika.
Operasi melibatkan 401 personel dan mengamankan enam pelajar untuk pemeriksaan serta tes urine; seluruh hasil tes dinyatakan negatif, sementara barang bukti masih diperiksa.
Pesawaran, IDN Times – Penggerebekan lokasi diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, mengungkap temuan sejumlah benda berbahaya.
Polda Lampung menemukan senjata tajam hingga selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter dalam operasi tersebut.
Temuan itu didapat saat Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung bersama tim gabungan menggelar Operasi Sarang Narkoba di tiga desa, Sabtu (7/11/2026).
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan penggerebekan dilakukan di Desa Kejadian, Desa Gunung Sugih Baru, dan Desa Negara Ratu Wates, Kecamatan Tegineneng.
“Penindakan dilakukan di Desa Kejadian, Desa Gunung Sugih Baru, dan Desa Negara Ratu Wates, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran,” katanya, Minggu (8/11/2026).
1. Temukan pedang, golok hingga dua badik
Polda Lampung saat menggrebek kampung narkoba di Pesawaran. (Dok. Polda Lampung) Dalam penggeledahan di sejumlah lokasi, petugas menemukan berbagai benda yang berpotensi digunakan sebagai senjata.
Di antaranya pedang dan golok di salah satu rumah. Sementara di lokasi lainnya, petugas menemukan celurit, dua badik, serta senjata api berbentuk korek.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan satu selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter di salah satu rumah.
"Seluruh temuan tersebut turut diamankan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Yuni.
2. Polisi menemukan sabu dan alat hisap

Barang bukti yang diamankan Polda Lampung saat menggrebek kampung narkoba di Pesawaran. (Dok. Polda Lampung) Yuni mengungkapkan, selain benda berbahaya, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika.
"Di sebuah kandang ayam, polisi menemukan tiga alat hisap sabu dan satu plastik klip berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu," ungkapnya.
Temuan lainnya berada di sebuah gubuk yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkotika. Di lokasi itu ditemukan timbangan digital, plastik klip kosong, alat hisap, pipet, dan sejumlah perlengkapan lainnya.
Sementara dari beberapa rumah kontrakan, petugas menyita bong, kaca pirek, plastik klip bekas pakai, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika.
"Di salah satu rumah, polisi juga menemukan empat bong dan satu plastik klip sisa pakai," beber Yuni.
Selain itu, petugas mengamankan sejumlah telepon seluler, buku catatan, laptop, dan barang lainnya dari beberapa lokasi.
3. Libatkan 401 personel, enam remaja ikut diperiksa
Polda Lampung saat menggrebek kampung narkoba di Pesawaran. (Dok. Polda Lampung) Operasi yang berlangsung pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB tersebut melibatkan 401 personel gabungan dari Polda Lampung, Polres Pesawaran, Polresta Bandar Lampung, serta BNNP Lampung.
Yuni menjelaskan, sebelum bergerak ke lokasi sasaran, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel gabungan di Mapolsek Natar.
Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan enam orang yang berada di sekitar lokasi penindakan. Mereka masing-masing berinisial BP (17), RM (17), AR (14), MDE (15), RD (17), dan AAS (14).
Keenamnya diketahui masih berstatus pelajar dan berasal dari Kecamatan Tegineneng. Mereka kemudian dibawa ke Mapolsek Natar untuk menjalani pemeriksaan dan tes urine.
“Enam orang yang diamankan telah menjalani pemeriksaan dan tes urine. Hasilnya seluruhnya negatif,” jelasnya.
Yuni menambahkan, seluruh barang bukti yang ditemukan masih menjalani pendataan dan pemeriksaan untuk memastikan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana narkotika.
“Barang bukti yang ditemukan selanjutnya dilakukan pemeriksaan untuk memastikan keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana narkotika,” tuturnya.





















