Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fast Track S1-S2 Itera dengan ITB, Mahasiswa Bisa Raih Dua Ijazah
Rektor ITERA, Prof. Elfahmi saat konfrensi pers. (IDN Times/Muhaimin)
  • ITERA memperluas program fast track S1-S2 melalui kolaborasi dengan ITB dan perguruan tinggi lain, termasuk Jalur Kuliah Sarjana-Magister serta percepatan doktor bagi dosen.
  • Mahasiswa berprestasi diseleksi berdasarkan performa akademik semester 5 dan 6, lalu dapat mendaftar JKSM pada semester 7 sebagai persiapan menuju pendidikan magister.
  • Sebagian beban studi S2 ditempuh saat S1, sehingga magister dapat selesai sekitar 1–1,5 tahun; peserta berpeluang mendapat ijazah S1 ITERA dan S2 ITB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memperluas program kerja sama pendidikan sarjana-magister atau fast track bagi mahasiswa berprestasi. Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan perguruan tinggi lainnya.

Rektor ITERA, Elfahmi, mengatakan program tersebut merupakan pengembangan dari skema yang telah lama berjalan di ITB. ITERA yang memiliki hubungan erat dengan ITB juga didorong untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pendidikan magister melalui jalur percepatan.

“ITERA ini anak kandung ITB. Jadi, kerja sama ini terus kita kembangkan,” katanya, Selasa (11/8/2026).

1. Empat kesepakatan disiapkan bersama ITB

Ilustrasi berkas. (Pexels.com/Kindel Media)

Menurut Elfahmi, hasil kunjungan dan rapat bersama ITB menghasilkan empat kesepakatan utama. Salah satunya berkaitan dengan Jalur Kuliah Sarjana-Magister (JKSM) yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan pendidikan S2 melalui skema percepatan.

Kerja sama tersebut juga mencakup percepatan pendidikan doktor bagi dosen ITERA. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor sekaligus memperbesar peluang lahirnya profesor di lingkungan ITERA.

“Jadi bukan hanya mahasiswa, tetapi dosen juga kita dorong untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya,” ujarnya.

2. Mahasiswa diseleksi sejak semester 5 dan 6

Ilustrasi sekolah. (Pexels.com/Max Fischer)

Program JKSM tidak diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa secara otomatis. Seleksi dilakukan dengan melihat performa akademik mahasiswa, khususnya pada semester 5 dan 6.

"Mahasiswa yang memenuhi kriteria kemudian dapat mendaftarkan diri mengikuti program JKSM pada semester 7," ujarnya.

Skema ini menjadi jalur bagi mahasiswa berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister tanpa harus melalui proses yang sepenuhnya terpisah setelah menyelesaikan S1.

Mata kuliah tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum mahasiswa memasuki pendidikan magister secara penuh pada semester berikutnya.

"Setelah menyelesaikan sidang dan memperoleh gelar sarjana, mahasiswa kemudian dapat melanjutkan ke program S2 di ITB maupun ITERA sesuai skema kerja sama," ucap Elfahmi.

3. Masa studi S2 bisa dipangkas hingga 1-1,5 tahun

Ilustrasi wisuda. (Pexels.com/Abdullah Hafeez)

Skema fast track membuat sebagian beban studi S2 telah ditempuh mahasiswa ketika masih berada pada jenjang S1. "Dengan demikian, masa studi magister dapat ditempuh lebih cepat, yakni sekitar 1 hingga 1,5 tahun," ungkapnya.

Mahasiswa juga berkesempatan memperoleh dua ijazah, yakni ijazah S1 dari ITERA dan ijazah S2 dari ITB apabila melanjutkan program magister melalui ITB.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article