Tim Alfa TNI Dikerahkan Padamkan Karhutla Taman Nasional Way Kambas

- Karhutla seluas 100,7 hektare di Taman Nasional Way Kambas belum padam, dengan 79 titik panas mengancam permukiman warga dan habitat satwa dilindungi.
- TNI menyiagakan Tim Alfa untuk medan sulit, sementara Presiden Prabowo menambah armada udara, peralatan pemadaman darat, dan 20 pompa air.
- Petugas memantau 11 kelompok gajah liar; belum ada gajah terdampak. Posko gabungan disiagakan di perbatasan desa hingga kondisi stabil.
Bandar Lampung, IDN Times – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 100,7 hektare di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) belum padam. Merujuk hal itu, satuan TNI, Tim Alfa akan dikerahkan guna menghentikan sebaran 79 titik panas yang mengancam permukiman warga serta habitat satwa dilindungi di Kawasan setempat.
"TNI telah menyiagakan Tim Alfa, yakni satuan kecil yang dibentuk untuk menjalankan misi taktis di medan berat dalam penanggulangan bencana. Tim ini didukung oleh personel yang berkemampuan sebagai penerjun freefall (terjun bebas militer ) guna menembus wilayah-wilayah yang terisolasi atau sulit dijangkau," kata Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Senin (24/8/2026)
1. Sokongan alat bertambah

Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung (21/8/2026). (Dok. BNPB) Merujuk rapat koordinasi penanggulangan karhutla secara daring, Presiden Prabowo menilai dua helikopter water bombing dari Palembang dan Jawa Timur masih belum mencukupi kebutuhan di lapangan guna memadamkan karhutla di TNWK.
Alhasil, Presiden memutuskan untuk menambah kekuatan armada udara dan melipatgandakan bantuan peralatan pemadaman darat guna mempercepat proses pendinginan lahan. Begitu juga kala Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melaporkan kebutuhan 10 unit pompa air untuk menjangkau lokasi yang jauh dari kanal, Presiden secara spontan menambah jumlah tersebut.
"Berapa yang Anda perlu?" Kata Prabowo.
"10, Pak Presiden," jawab Mirza.
"Ya, bagus. Saya kirim 20," tegas Presiden.
Terkait hal itu, Kristomei mengapresiasi respons cepat pusat tersebut. "Kami, atas nama masyarakat Lampung, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada Provinsi Lampung," jelasnya.
2. Perlindungan habitat gajah

Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur (IDN Times/Dina Fadillah Salma) Menurut Kristomei, karhutla di TNWK yang didominasi vegetasi alang-alang ini memang memiliki tantangan tersendiri Itu karena, bara api sering kali bertahan di bawah permukaan tanah meski api utama telah padam.
Ditambah lagi, operasi pemadaman ini menjadi krusial mengingat TNWK merupakan "rumah" bagi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus). Petugas terus memantau 11 kelompok gajah liar, di mana kelompok terdekat berada sekitar 27 kilometer dari lokasi kebakaran.
Sedangkan gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang berjarak delapan kilometer dipastikan masih dalam kondisi aman. Kementerian Kehutanan juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada satwa gajah yang terdampak langsung oleh api.
"Demi kelangsungan habitat Gajah Sumatera serta keamanan permukiman, perkebunan, dan lahan pertanian warga, kami telah mendapatkan bantuan peralatan pendukung lainnya," tutur Kristomei.
3. Siaga di perbatasan desa

Personel gabungan memadamkan api di Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur. (Dok. Kodam XXI Radin Inten). Pemerintah terus menyiagakan posko gabungan di perbatasan puluhan desa yang bersinggungan langsung dengan kawasan taman nasional.
Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran Forkopimda Lampung, TNI, dan Polri untuk tetap menjaga kewaspadaan hingga kondisi benar-benar stabil.
"Jaga wilayahmu, jaga kampung halamanmu. Cuaca tidak bersahabat sementara, tetapi bisa kita atasi," pesan Presiden menutup arahannya.

















