Ditargetkan Rampung Februari 2024, Pasar Pasir Gintung Belum Dibangun

Bandar Lampung, IDN Times - Pada September 2023 lalu, seluruh pedagang Pasar Pasir Gintung dan pedagang kaki lima sekitar direlokasi ke Pasar SMEP untuk pembangunan ulang Pasar Semimodern Pasar Pasir Gintung.
Sayangnya, sudah hampir dua bulan sejak relokasi, pembangunan pasar oleh Kementerian PUPR tersebut tak kunjung dilakukan. Padahal targetnya pasar semimodern itu akan diresmikan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada Februari mendatang.
Kepala Dinas Perdangan Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol mengatakan, peresmian oleh presiden pada Februari tahun depan memang menjadi perkiraan awal. Namun soal pembangunan fisiknya masih tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
“Iya, perkiraannya kan memang seperti itu. Kemungkinan setelah (bangunannya) jadi, mau diresmikan oleh presiden. Tapi ya kapan pembangunannya itu ada di (kementerian) PUPR,” katanya, Kamis (2/11/2023).
1. Pedagang di Pasar SMEP mengeluh sepi

Meski demikian, Wilson mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait revitalisasi Pasar Pasir Gintung. Pasalnya, para pedagang telah menanti untuk kembali berdagang di lapak lamanya.
Para pedagang Pasar Pasir Gintung mengeluh sepinya pembeli di Pasar SMEP. Sehingga mereka berharap mereka bisa kembali berdagang di lapak lama mereka.
“Memang kendala pedagang di sana sekarang itu kan pembeli harus parkir dulu. Beda dengan dulu yang pembeli bisa langsung beli dagangannya pakai motor, jadi pasti itu berpengaruh juga,” katanya.
2. Pasar baru akan menampung 200-300 lapak

Namun, Wilson meminta pedagang untuk lebih bersabar karena pembangunan ini kemungkinan hanya beberapa bulan saja. Setelah itu para pedagang bisa kembali berdagang di lapak baru yakni Pasar Pasir Gintung Semimodern.
“Kurang lebih 200-300 pedagang bisa masuk ke dalam (pasar baru). Tapi menyesuaikan lagi lah. Kalau lokasinya masih bisa menampung pedagang ya kita akan tambah,” imbuhnya.
Meski demikian, Wilson melanjutkan penempatan pedagang nantinya juga tetap akan mengikuti kriteria khusus pasar semimodern yang telah diatur agar menjadi pasar dengan standar SNI.
3. Jalan Pisang akan menjadi lahan parkir pasar

Terkait tempat parkir pasar, Wilson menyebutkan Jalan Pisang bisa dijadikan tempat parkir pasar nantinya. Dikarenakan jalan tersebut cukup besar dan nantinya tempat parkir bisa dikelola oleh warga atau paguyuban pasar setempat.
“Jalan Pisang kan kosong, iya itu bisa dijadikan lahan parkir nanti,” katanya singkat.
Selain itu, jika jalanan sedikit sempit karena adanya angkutan bahan bangunan maka Wilson meminta perhatian kepada pengguna jalan terkait hal tersebut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kelurahan dan RT setempat di mana keadaan itu hanya berlaku sementara waktu selama proses pembangunan saja.



















