Bandar Lampung, IDN Times - Perputaran uang di Lampung mencapai Rp528 triliun sepanjang 2025. Hal itu disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat membuka forum High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Lampung di Mahan Agung, Bandar Lampung.
Menurutnya, dari angka fantastis itu, pendapatan asli daerah (PAD) berhasil dikumpulkan pemerintah baru berkisar Rp8,5 triliun hingga Rp10 triliun atau belum menyentuh 5 persen. Mirza menilai kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi kebocoran penerimaan daerah akibat sistem transaksi dan pelayanan publik yang belum terdigitalisasi secara optimal.
