ilustrasi penghasilan pasif (freepik.com/jcomp)
Perbedaan lainnya terlihat dari sumber penghasilan utama rumah tangga. Pada rumah tangga miskin, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung dengan persentase mencapai 55,94 persen. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga miskin masih bergantung pada sektor cenderung rentan terhadap faktor eksternal seperti cuaca dan fluktuasi harga komoditas.
Sementara itu, pada rumah tangga tidak miskin, sektor pertanian juga masih memiliki peran besar namun dengan persentase lebih rendah yaitu 47,97 persen. Selain itu, rumah tangga tidak miskin memiliki proporsi lebih tinggi pada sektor lainnya sebesar 29,87 persen, mencakup sektor jasa, perdagangan, dan pekerjaan non-pertanian yang umumnya lebih stabil dari sisi pendapatan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa diversifikasi sumber penghasilan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Ketergantungan pada satu sektor saja, terutama sektor dengan tingkat ketidakpastian tinggi, membuat rumah tangga lebih rentan terhadap guncangan ekonomi. Oleh karena itu, akses terhadap lapangan kerja lebih beragam menjadi faktor penting dalam mengurangi tingkat kemiskinan.
Secara keseluruhan, data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung menunjukkan bahwa kemiskinan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor utama seperti jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan. Ketiga aspek ini saling berkaitan dan membentuk kondisi ekonomi rumah tangga secara keseluruhan.