Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Buruh Tani Antar Anak UTBK Unila, Berangkat Subuh dari Pesawaran
Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT). (Dok. Unila).
  • Sutrisno, buruh tani asal Pesawaran, berangkat subuh ke Universitas Lampung demi memastikan anaknya Intan tiba tepat waktu mengikuti UTBK-SNBT.
  • Intan, anak bungsu dari tiga bersaudara, menjadi satu-satunya yang bertekad kuliah dan mendapat dukungan penuh dari keluarga untuk mewujudkan cita-citanya.
  • Kesungguhan Intan terlihat dari kedisiplinan dan prestasinya di sekolah, membuat keluarganya yakin mendukung langkahnya melanjutkan pendidikan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kasih orang tua sepanjang hayat bagi buah hati. Hal itu menjadi pemantik semangat Sutrisno, seorang buruh tani asal Kabupaten Pesawaran demi anak menggapai cita-cita.

Dari Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Sutrisno datang sejak dini hari ke Universitas Lampung, Sabtu (25/4/2026). Tujuannya, agar sang anak bernama Intan Rosmaliana Putri lancar mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT).

1. Berangkat subuh berkendara motor

Kedondong, Kabupaten Pesawaran. (Dok. Unila).

Sutrisno bercerita, perjalanan mereka dimulai pukul 04.00 WIB mengendarai sepeda motor demi memastikan Intan tiba tepat waktu di lokasi ujian.

Bagi Sutrisno, perjalanan itu bukan sekadar mengantar anak mengikuti tes, tetapi menjadi bagian dari perjuangan keluarga untuk mendukung cita-cita sang anak meraih masa depan yang lebih baik.

Bagi Sutrisno, keberangkatan subuh dari kampung menuju kampus menjadi simbol harapan sederhana seorang ayah, melihat anaknya mendapat kesempatan hidup yang lebih baik lewat pendidikan.

2. Satu-satunya anak Sutrisno bertekad kuliah

Ilustrasi kuliah. (IDN Times)

Sutrisno menuturkan, Intan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Intan menjadi satu-satunya yang bertekad melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dua kakaknya memilih langsung bekerja setelah lulus sekolah. Namun keluarga justru memberi dukungan penuh agar Intan dapat mewujudkan keinginannya kuliah.

“Dari tiga anak, Intan ini yang paling kuat keinginannya buat kuliah. Kakak-kakaknya juga mendukung, bilang terus supaya dia lanjut saja. Saya sebagai orang tua sebenarnya tidak banyak bantu urusan pendaftaran, semua dia urus sendiri. Itu yang bikin saya bangga,” ujar Sutrisno.

3. Melihat kesungguhan anak untuk kuliah

ilustrasi kuliah (pexels.com/Yan Krukau)

Sutrisno mengatakan, melihat kesungguhan sang buah hati demi kuliah sejak lama. Menurutnya, Intan bukan hanya rajin belajar, tetapi juga menunjukkan disiplin dan prestasi yang membuat keluarga semakin yakin mendukung langkahnya masuk perguruan tinggi.

“Anaknya memang punya kemauan besar. Di sekolah juga masuk lima besar, ikut Paskibra, dan kalau di rumah sering latihan soal sendiri. Saya lihat dia serius, makanya kami usahakan antar dan dampingi semampunya,” katanya.

Editorial Team